How Our Parents Teach Us

Syukur, sedekah, dan silaturahmi adalah tiga teladan utama yang Bapak dan Mama selalu berikan. Bukan lewat lisan tapi tindakan. Saat kami ulang tahun, Bapak  memesan dua panci raksasa sop kambing di Pak Gendhut, penjual Sate Tegal favorit kami, dan mengajak kami untuk membawanya ke panti asuhan dekat rumah di Kedung Halang. Tiga bulan sekali aku diajak makan indomie telor di PMI, bukan jajan, tapi menghabiskan jatah Bapak usai donor darah. Di akhir pekan kami  mengunjungi saudara dan kerabat yang berdomisili di Jabotabek dan sekitarnya, agar kami banyak mengenal orang dan keluarga.

Sejak usia dua belas tahun, aku memutuskan untuk meninggalkan rumah di Bogor. Menyusul kemudian kakakku di usianya yang ke lima belas. Ingin merasakan tinggal di Jogja dengan Mbah Kakung adalah alasan utama selain ketakutan kami pada Almarhum Bapak yang bagi kami saat itu begitu galak. Meski begitu, perbedaan jarak tidak menjadi penghalang bagi Bapak dan Mama untuk  mendidik kami memberi bekal kehidupan.

Sepuluh tahun lalu, perkenalan pertama Mama dengan email, demi bisa berkirim kabar dengan Edo yang mengikuti pertukaran pelajar di Hamburg. Kini meski secara jarak kami semakin berjauhan aku di Brussels, Kakakku Edo di Passau, dan Mama terus keliling Indonesia, Mama masih menyempatkan diri berbagi cerita dan teladan dengan kami. Dengan smartphone-nya, memanfaatkan teknologi yang sepuluh tahun lalu susah payah dipelajarinya. Berikut kutipannya.

Semir Sepatu Bandara

Penyemir Sepatu Bandara

Suatu pemandangan yg menyedihkan sekaligus mengharukan di pagi hari tepatnya jam 7 30 wib, hari ini kamis 6 okt 2011 ketika mama menunggu penerbangan ke jambi, kebetulan hari ini mm ga puasa krn mau keluar kota jd istirahat dulu ga puasa, nah saat mm makan soto bandung di oasis ada anak nawarin nyemir sepatu mama.

Langsung dia duduk di bawah mama mojok dibawah wastafel, dmn sebelahnya ada kounter siomay bandung yg lagi kebul2 asapnya (pasti wok n muti tergoda melihatnya, apalagi anak itu ya yg barangkali dr rmhnya blm sempat sarapan pagi)

Waduuuh … Menyedihkan…. Sementara di dekat dia duduk di lantai sambil nyemir sepatu bpk2 lg menikmati bakso oasis yg maknyuuusss…

Itulah nasib anak2 yg kurang beruntung, wkt mm tanya ternyata dia mulai jd tukang semir sepatu sejak blm sekolah dan skrg sdh kelas 2 smp masuk jam 12 00 makanya utk biaya sekolah dia pagi2 harus sdh nyemir sepatu (bpknya tukang parkir di dki katanya)

Dia di saku celananya hanya bermodalkan: 1 kain lap sepatu, 1 kaleng kecil semir warna hitam dan 1 semir warna coklat (kebetulan hari ini mm pakai sepatu warna coklat dr donatelo tp pas kotor he he ga sempat ngelapin di rmh eh), anak ini tdk nampak seperti tukang semir sepatu krn ga boleh bawa kotak (kalo ketahuan bawa kotak dia akan ditangkap petugas dan diberi sangsi jadi tukang sapu n ngepel lantai + nyuci mobil tanpa dibayar, laaahhh kasihan banget ya) makanya dia menyamar jadi penumpang so bebas keluar masuk antar restoran utk menawarkan jasanya, setelah pegang sepatu klien dia cpt2 mojok cari tempat yg aman utk ngelap sampai kinclong demi sesuap nasi dan biaya sekolah

Mama jadi sangat terharu melihatnya sambil membayangkan ….alhamduliillaaahhh edo wowok saat ini bisa menikmati karunia Allah bisa sekolah n lulus s1 dg lancar meskipun dg keterbatasan tp nasibnya tdk separah penyemir sepatu tadi, mama bersyukur banget edo wowok msh bisa melanjutkan sekolah di passau n belgi pd wkt yg bersamaan, subhanallaaahhh, walhamdulillaaahhh, walaaillaha illallaahu allaaahu akbar,…… fabiayyiaaalaaairobbikuma tukadzibaannn

Naah yg ini cerita lain lagi tp msh di meja yg sama, krn wkt msh pagi tmn2 blm dtg mm tetap duduk disitu sambil baca fb wowok tentang silaturahmi

Eh tiba2 ada bpk yg nanya disini kosong bu? Mm bilang oh ya silakan, singkat cerita setelah ngobrol2 ternyata dia pegawai depkes di bagian central health promotion, namanya ir anis abdul muis m kes, ntar mm foto kartu namanya ya

Siapa tahu suatu saat wowok perlu info dr dia atau ada kerjasama dg depkes to, yg jelas hari ini mama punya teman baru 1 lagi, alhamdulillaaah, minimal sehari 1 jadi sethn tambah sdr 352 kan, he he he asyik kan wok

Ok wok n muti sekian dulu cerita dr bandara sutta bsk2 disambung lg ya, tq

Hari ini Kakakku Edo, sparing-partner berantemku dari kecil hingga kini, berulang tahun. InsyaAllah, dua hari lagi ia akan memenuhi impiannya yang sudah diperjuangkannya bertahun-tahun. Membuktikan pada segala keraguan dan tekanan dari banyak orang termasuk aku, dengan melanjutkan sekolah di Jerman! Herzlichen Glückwunsch, Broeder!!!

Selamat Bapak dan Mama, meski hanya berstatus pegawai negeri sipil golongan III, Bapak dan Mama adalah PNS terbaik di dunia. Dengan teladan dan seluruh pengorbanan kini anak-anakmu bisa belajar lagi ke Eropa dalam waktu yang sama.

Mama, Bapak, you have brought us to the best dream kids may ever have!!!

We love you❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s