Hidup Murah Meriah di Eropa

“Biaya hidup di Eropa itu mahal!!!”

Sepertinya, pernyataan itu kini semakin jauh dari kenyataan Pengalaman para mahasiswa Indonesia yang terus meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun, baik dengan biaya sendiri  maupun beasiswa membuktikan. Begitu juga pengalaman kami hidup di Brussels ini, ibukota Uni Eropa. The heart of Europe.

Sebagai informasi, di negara Eropa barat seperti Belanda, Belgia, Prancis, Jerman diyakini bahwa mahasiswa Indonesia bisa bertahan hidup dengan biaya 500 Euro/ bulan. Bisa hidup senang dengan 700 Euro/bulan. Dan hura-hura dengan 1000 Euro/bulan. Sementara teman-teman bule kami di Brussels ini rata-rata diberi uang saku di 500 Euro per bulan . Di luar support sana-sini tentu saja.

Konsumsi, mencakup bahan makanan dan biaya jajan kami alokasikan 100 Euro saja berdua. 60 Euro untuk belanja mingguan. 40 Euro untuk jajan. Sejauh ini kami bisa bertahan dengan belanja bahan makanan mingguan seperti, sayur, buah, ikan, snack, keju, di bawah 15 Euro sekali belanja. Alokasi belanja ini sudah termasuk kebutuhan logistik seperti perlengkapan mandi, cuci, alat-alat bersih rumah dan sebagainya. Masalah mencuci pakaian, umumnya mahasisa single lokal akan pulang saat weekend dan mencucikan bajunya di rumah, sementara mahasiswa asing di laundry, sedangkan kami mencuci sendiri. Tanpa laundry kami bisa menghemat 20 Euro sebulan! Lumayan satu tiket promo ke Paris.

Untuk beberapa bahan dapur kami bisa bertahan hingga dua mingguan seperti bawang Bombay, cokelat, beras, pasta dan kentang. Sementara kami telah membawa bumbu-bumbu dasar bubuk dari Indonesia seperti lengkuas, kunyit, ketumbar, jahe, pala, kayu manis, lada, bawang putih, dll. Dengan ini semua kami telah berhasil mengkreasikan berbagai macam makanan lezat yang bahkan sebelumnya belum pernah kami ciptakan di Indonesia. Hehehe.

Ini dia masakan-masakan kami yang rerata hanya bermodalkan 1-2 Euro pada setiap masakannya, aku dan istriku berhasil mengkreasikan.

Dengan seringnya kami memasak, kami terhindar dari jajan yang tidak perlu. Kami jajan hanya untuk makanan tertentu yang lebih enak kalo njajan, kebab misalnya. Dan pada event yang memang jajan merupakan bagian darinya, festival makanan misalnya. Atau kalau ada yang njajani.. Hehehe.

Pola belanja dan konsumsi kami seperti ini Alhamdulillah sangat membantu kami dalam berhemat. Sebagai perbandingan menu makan siang mengenyangkan di sekitar kampus umumnya berkisar antara 3,5 sampai 5 Euro di luar minum. Selama ini kami selalu membawa bekal roti atau pulang makan di rumah. Ahamdulillah, jarak kelas terjauhku masih terjangkau lima menit dari rumah. Untuk menu makan malam, mulai dari 6 hingga 9 Euro per orang.

Dalam memlih tempat belanja kami memilih tempat termurah dan memilih produk bukan berdasar merek atau barang yang kami inginkan, melainkan yang sedang kami butuhkan dan masuk dalam opportuniteit (diskon/promo). Segala kebutuhan pokok kami selalu pilih produk yang termurah. Ya, semurah-murahnya coklat Belgia, tetaplah kualitas Belgia. Begitu juga dengan telur dan susu, semua yang kami temukan di tempat yang aku sebut di bawah berasal dari Belgia dan negara sekitar terutama Belanda. Sehingga kami tidak terlalu memusingkan kualitas dan merknya. Kecuali untuk pemberian.

Tempat belanja yang terkenal murah antara lain :

  1. Carrefour, kami selalu memilih carrefour planet (toko besarnya) karena lengkap dan hara lebih murah. Bukan carrefour express versi expressnya yang lebih untuk keperluan praktis seperti Circle K.
  2. Colruyt, menawarkan jika terdapat merek sama dengan harga lebih murah mereka akan mengembalikan selisihnya.
  3. Aldi, menjual barang dengan merek dan kualitas berbeda dengan yang lain namun harganya umumnya lebih murah.
  4. LIDL, sifatnya seperti Aldi.
  5. African Market di Clemenceu. Ini adalah pasar yang kebanyakan penjualnya merupakan imigran dari Afrika Utara. Selain menyediakan daging halal juga menjajakan sayuran dan kebuthan rumah tangga lain yang lebih murah daripada di Supermarket. Buka setiap Jumat – Minggu.

Satu pengalaman menarik tentang betapa kita bisa berhemat dari jajan. Belgia terkenal akan kenikmatan dua jenis wafel yang terkenal. Satu dari Brussels dan satu dari Liege. Jika beli di luar dan siap makan dalam kondisi hangat mengepul menggoda selera, satu wafel berharga 1,5 sampai 2,75 Euro. Tetapi, wafel pun juga tersedia di Carrefour dengan harga 80 Cent sebungkus isi 10 biji. Artinya hanya 8 cent Euro atau 1000 Perak per buah!!! Kita bisa makan apa adanya langsung dari bungkusnya maupun dipanaskan terlebih dulu, dengan rasa yang tidak kalah nikmatnya.

Voila!!! Bisa kan hidup enak tapi murah di Eropa (Belgia)?!!

A bientot!!

7 thoughts on “Hidup Murah Meriah di Eropa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s