Bergoyang Kita untuk Indonesia

28 September 2012

Masuk sebuah message FB dari Aswin, sahabat kami di Belgia.

“Mau tanya, Muti bs nari g? Soalnya anak2 ada rencana tari saman tgl 16 Okt di kota di Flanders utk acara sosial. Kebetulan kmrn ada bebrapa anak yg pindah kota jd kita lg cari anak yg bs fill in..”

29 September 2012

Masuk sebuah email dari Patty, sahabat baik istriku asal Belgia sejak masa AFS di Italia, ke inbox ku dan istriki

“Soo, my mom met this week an indonesian woman who lives already for a long time here in belgium. So mama started talking about you guys, and so the lady said there is some kind of reunion happening for all indonesian people living in holland and belgium, it’s on the 16th of october, somewhere nearby Antwerpen. The invitation is here below, and is written in dutch.”

 “It could be a really nice meeting for you guys to make new friends,” sambung Patty.

“Loh, ini acara yang di-suggest Aswin dan Patty sama ya jangan-jangan”, pikir aku dan istriku. Kulihat logo BAPI, Bantuan untuk Anak Pelajar Indonesia di attachment nya. Aku pikir lumayan juga kalau sama, bisa mendapat event nya dengan momen yang lebih oke, tidak hanya hadir tapi juga menari. Yang berarti juga transport dan konsumsi gratis. Hehehe.

5 September 2012,

“Kalo mas ikutan latian gimana sayang? Syukur kalo bisa keep up sama temen-temen lain dan boleh ikut perform kan lumayan buat cerita anak cucu nanti di Indonesia”.

“Kalo ga bisa ngejar ketinggalan, ya itung-itung olah raga sambil latihan nari. Minimal ada yang dipelajari kalau pulang dari Belgia nanti”.

Di atas Bus 42 menuju KBRI untuk menemani istriku latihan nari saman, aku meminta persetujan.

“Iya Mas, kamu ikut aja biar perutnya ilang sekalian, saman kan nekuk-nekuk badannya”, istriku pun memberi persetujuannya, dengan embel-embel yang sangat memotivasi!!!

Selang beberapa menit kemudian, aku pun sudah bergerak-gerak gelagapan seperti orang belajar renang yang mau kelelep demi mengimbangi gerakan saman teman-teman yang lain. Seumur-umur baru kali ini aku belajar nari Saman yang beneran.

Memperhatikan gerakan istriku yang pernah belajar nari Saman di anjungan Aceh TMII dan tampil di Jepang bersama rombongan ASEAN Secretariat disaksikan SG Surin Pitsuwan, membandingkan gerakanku dengan gerakan teman-teman lain yang sudah sembilan kali tampil menjadi utusan KBRI, aku merasa putus asa dan hilang harapan.  Biar tragis gitu kesannya.

Alhamdulillah, di akhir latihan Oom Made dan Tante Wayan menawari aku untuk privat dua hari kemudian.

7 September 2012

Ditemani istriku, aku digembleng selama sejam oleh Tante Wayan menghafalkan gerakan demi gerakan. Untungnya dua malam terakhir ini aku sudah sempat latihan digembleng oleh istriku di rumah. Sehingga perkembanganku tidaklah mengecewakan.

Selesai latihan aku menanyakan tentang acara dimana kami akan tampil di Flanderen. Ternyata, acara di mana kami akan tampil adalah acara yang sama dengan yang Patty suggest 29 September lalu.

Kebetulan lagi! Yak, seperti yang selalu aku ulang-ulang bahwa hidupku sejak dulu dan kini bersama istri penuh dengan kebetulan. Kebetulan yang sebetulnya terjadi pada setiap orang. Hanya saja kebetulan yang kuhadapi adalah kebetulan yang selalu aku rangkai, menjadi rangkaian kebetulan yang kalau boleh aku sandingkan dalam istilah Steve Jobs adalah connecting the dots. Kebetulan yang keberadaannya tentu karena sudah diatur oleh Tuhan. Walahu a’lam.

9 September 2012

Latihan resmi keduaku bersama Aswin dan tujuh teman lain. Kredit dari istriku, Tante Wayan dan Oom Made bahwa penampilanku sudah mendingan meski masih agak lamban. Maklum belum bebas hambatan dari perut. Suatu kebetulan lain, aku baru sadar bahwa salah satu dari kami ada Ami, putri dari Oom Yulheri Abas yang pernah kuceritakan dulu. Ternyata memang dunia sesempit daun kelor.

13 September 2012

Latihan terakhr kami. Patty, yang akhirnya tahu bahwa acara yang sebelumnya dia suggest untuk kami datangi justru menjadi acara yang kami menjadi salah satu performernya, pun menyempatkan diri melihat kami berlatih di KBRI Tervuren dikarenakan di hari kami tampil, Patty harus pergi ke Lyon, Perancis. Tidak lupa Patty memberikan sebuah tas berisi baju hangat untuk menghadapi winter dan peralatan rumah tangga yang pernah dijanjikannya. Ooowwhh.. co cweet..

16 September 2012

Alhamdulillahirabbil alamin. Akhirnya sekali lagi kami dapat mewujudkan mimpi sekaligus hobi kami. Menarikan tarian Indonesia di  hadapan publik di luar negeri hari Minggu kemarin dalam sebuah acara fundraising yang digagas oleh organisasi BAPI, Bantuan untuk Anak Pelajar Indonesia, bersama rombongan KBRI kami berkesempatan menampilkan Tari Saman.

Berikut Video Klipnya

BAPI sendiri merupakan organisasi yang digawangi oleh warga Belgia Flanderen yang masih memiliki garis keturunan Indonesia maupun berdarah asli Flanderen. Kegiatan ini setiap tahunnya berhasil mendonorkan bantuan kepada anak-anak pelajar di Indonesia timur dengan jumlah yang fantastis. Tahun lalu terkumpul dana sebesar 57 Ribu Euro.

 kalau dulu Bapakku naik mobil CD dari satu KBRI ke KBRI lain di Eropa gara-gara diajak Pak Menteri yang suka dipijeti. Sekarang giliranku dan istriku naik mobil CD untuk ikutan nari. Semoga anakku besok ada yang bisa naik mobil CD sebagai Dubesnya sendiri. Atau setidaknya jadi Menteri. Hehe.

Terima kasih Oom Made, Tante Wayan, Aswin, Satria, Nuska, Ami, Mulia, Armanda dan Mba Nina yang sudah memberi kesempatan kami menari Saman bersama, terutama saya yang masih pemula. Selain Tari Saman, CIATT Band bentukan Oom Made pun menunjukkan aksinya dengan lagu-lagu andalan antara lain di Ujung Jalan Itu dan DwiSmara.

A demain!!

2 thoughts on “Bergoyang Kita untuk Indonesia

  1. hahah..inget Muti nari saman waktu di Jepang..narinya sambil tengok kanan kiri..
    kapan kalian pulang yogya??..ok..i will see you at belgium aja deh *melempar energi positif pada universe*

  2. Good job… Dulu aku juga sempat pake kostum itu waktu nari saman di Gent. Nah kebetulan di tempatku tinggal (OBSG) ada acara open house setiap awal bulan Mei. Dan tiap tahun, KBRI adalah pengisi tetap acara. Tahun lalu KBRI mengirim penari yang notabene anak tertukar (baca pertukaran pelajar :D) Rotary setahuku. Pernah aku tulis disini: https://ichal2world.wordpress.com/2011/08/24/kalau-tidak-siap-dgn-kostum-menari-sebaiknya-tidak-usah-dipaksakan-menari/
    Siapa tahu, tahun depan giliran fadjar yang dikirim Pak Made kesini😀
    Tahun lalu PPI Gent sih main angklung saja (http://www.youtube.com/watch?v=lhThe8Z-W_Y).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s