Candle Light Dinner

Halo-halo, apa kabar semua, semoga senantiasa sehat, bahagia dan penuh suka cita. Seperti kami berdua🙂

Malam tadi kami baru saja melaksanakan makan malam istimewa. Candle light dinner pertama kami di rumah. Bukan cuma berdua, kami juga mengundang Christien, guru bahasa Prancis ku saat les intensive lalu untuk mencicipi masakanku dan istriku.

Semalam kami menghidangkan ayam bumbu rujak, sosis solo, dan bubur petiron muesli. Ayam bumbu rujak aku yang masak, dengan bantuan bumbu instan Bamboe tentu. Hehehe, tapi biar lebih nendang aku tambah bawang bombay, ketumbar, merica dan jahe sendiri.

Sementara istriku membuat sosis Solo dengan resep spesial dari Bude dan Bubur Petiron (labu) Muesli. Tidak seperti Sosis Solo yang biasa kita temui hanya berisi osengan daging cincang, Sosis Solo istriku berisi pasta ragut dengan racikan bumbu spesial. Sementara Bubur Petiron Muesli adalah bubur manis hasil campuran rebusan labu tumbuk dan muesli dengan tambahan gula, sedikit garam dan kayu manis.

Serunya Petiron yang kami olah berasal dari kebun Christien yang kami petik sendiri beberapa waktu lalu dan komponen ragut sosi Solo istriku racikannya terdiri dari peterselli yang juga dipetik dari tempat yang sama. Dan yang membanggakan juga terdapat daun bawang yang diambil dari kebun bawang merah kami sendiri di dapur. Hehehe.. Singkat cerita yang beli di supermarket hanya 2 potong paha atas seharga 2,5 Euro. Makan malam istimewa dengan budget murah meriah😀 Lebih murah dari dua paha atasnya Yu Djum. Eh, gudeg Yu Djum maksudnya.

Lebih istimewa lagi, dinner kami semalam tadi “disponsori” oleh berbagai pihak. Kalau sahabat semua melihat suasana di foto ini, insyaAllah bisa dijadikan cerita satu novel. Tapi akan aku buat singkat saja.

Taplak Meja

Taplak Meja cantik motif bunga dan kupu-kupu ini berasal dari Mama Nani, mama dari istriku. Taplak yang melakukan perjalanan panjang dari Kantor ASEAN di Blok M ini sempat mampir di Amsterdam kemudian sampai dengan selamat di Brussels berkat jasa Mas Yosi dan Mba Icha yang sedang bertravelling sambil training di Eropa. Hari Minggu lalu kami menjadi guide sehari mengantar keduanya yang stop by dari AMsterdam menuju Paris, berputar-putar centrum kota Brussels. Sayang kami tidak sempat foto bersama. Keasikan foto sendiri juga soalnya. Dasar guide amatir. Hehehe.

Bantal

Bantal yang bersayam dengan indahnya di atas kursi makan kami adalah bonus dari pemilik toko Tapissery Goblins. Tapissery nomor 1 di Belgia, tempat kebanyakan ibu-ibu Indonesia menghabiskan waktu usia “tawaf” di seputaran Grand Place. Beruntung sekali, saat kami kesana untuk membeli hadiah pernikahan untuk Mba Gaty dan Mas Iman  kami ditemani oleh Tante Cecil, Mamanya Aswin yang sudah beratusan kali mengawal ibu-ibu Indonesia berbelanja disana untuk. Saking hafalnya sang pemilik toko dengan Tante Cecil, kami diberi diskon 15 %. Tidak hanya sampai disitu, begitu tahu kami baru menikah kami diberi bonus empat buah bantal sofa yang kini sudah tersandar manisnya. Masih belum selesai lagi, tiba di rumah empat bantal tersebut sudah langsung disematkan sarung batik biru oleh Tante Cecil, yang entah bagaimana bisa cocok dan senada dengan taplak meja kami satu-satunya. Juga dengan warna gelas dan piring kami.

Usai makan malam Muti masih sempat belajar dengan Christien untuk menyiapkan ujian bahasa Prancis Muti yang kebetulan diadakan hari ini dan alhamdulillah mendapat nilai tertinggi di kelas. Sebagai catatan, di kelas ini istriku baru saja lompat dari level 1 ke level 3 dan nilainya bahkan lebih bagus dari ibu-ibu yang sudah 15 tahun di Brussels dan pelafal bahasa latin lainnya, kawan-kawan dari Portugis dan Itali.😀 Tidak sengaja saat belajar, tertangkap celmek yang biasa kami gunaka saat masak kado pernikahan kami dari Bian di Belanda.

Melihat aku berulang kali mencucu piring dan sendok sebelum menyajikan makanan lain berkali-kali, Christien pun mengerti bahwa kami kekurangan alat makan dan dapur jika kedatangan tamu. Sambil terus menanyakan apalagi yang kurang, insyaAllah Christien yang dulu pernah punya kos-kosan dengan sarana pendukung lengkap akan menghibahkan kami berbagai keperluan rumah tangga lain termasuk bed cover khusus musim dingin. Padahal beberapa waktu lalu kami sudah dibantu habis-habisan oleh Tante Cecil dan Aswin dengan berbagai baju musim dingin dan  rice cooker.

Alhamdulillah. Terimakasih kepada semuanya, segala bentuk dukungan baik hadiah maupun pinjaman sangat bermanfaat bagi kami berdua. Semoga segala kebaikan senantiasa berbalas berlipat ganda. Amin Ya Rabbal Alamin.

4 thoughts on “Candle Light Dinner

  1. Seru banget kalo baca cerita kalian. selalu ada yang bisa diceritakan..
    dan sepertinya kami dapet kado special dari belgia nih.. chocolate nya udah sampe duluan, tinggal kado pernikahannya minggu depan ya. see you🙂

    • Makasih ya Mas Iman..
      InsyaAllah kadonya diterima besok ya di hari pernikahan..
      Semoga pernikahannya bahagia, penuh cinta, berkah dan berkekalan..

  2. wah… makin sering baca blog mas, jadi pengen kesana.. haha. Oiya, blog ini kyknya jadi blog bulan madunya (atau yearmoon🙂 ) nya mas fadjar ya? haha..sukses selalu mas.. salam juga buat istri mas.

    Oiya mas, mas kan 1 tahun ya disana, sampai bulan apa?

    • Iya Mas Pradipta, sekaligus blog honey-year kami semoga semakin banyak manfaatnya..
      InsyaAllah disampaikan salamnya.
      Terimakasih untuk link exchange di blognya, bnyak yang berkunjung dari tamu blognya Dipta
      InsyaAllah kami di sini sampai bulan Juni 2012..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s