Week-End Douce

Makan-makan..

Hehe, cerita kami belakangan selalu berkaitan erat dengan makan-makan ya. Kali ini yang berbaik hati mentraktir kami adalah salah satu pasangan favorit kami Mas Restu & Mba Nina. Sejak masih jomblo aku memang sudah hobi ditraktir, sampai ada yang nyletuk aku ni cowok traktiran. Eh sekarang menikah pun tampaknya masih belum jauh berubah. Hadeuh, hobi koq ya ditraktir, mbok yang lain gitu lho.. Hehe.

Mas Restu, Mba Nina, Tita, dan Bintang Utama Mutiara (urut dari kanan)

Malam Sabtu kemarin di Resto Anata, kami melepas lelah penat seminggu kuliah dan bekerja sambil ngobrol ngalor-ngidul tentang kuliah, kerjaan, agenda seni bersama KBRI selanjutnya, sampai rencana pulang kampung ke Jogja. Sambil terus makan sushi, bento, dan ramen tentunya, hehe.

Setelah makan rencananya kami akan  nonton film “the Abduction” di bioskop UGC di centrum. Tapi karena masih ada waktu tersisa kami pun memutuskan untuk tawaf dulu nurunin perut sambil menikmati indahnya Grand Place di malam hari.

Aku yang pada saat datang pertama kali dulu tidak begitu terkesan dengan Grand Place, karena terlanjur membandingkan dengan landmark-landmark Eropa yang lain, malam itu dengan hadirnya sorot lampu di setiap sisi Grand Place merasakan aura romantisme yang luar biasa. Gak kalah deh sama Eiffel di malam hari.

Bukan Belgia namanya kalau tidak manis dan dipenuhi yang manis-manis. Dalam perjalanan menuju Grand Place sejenak kami mampir ke salah satu magasin bon-bon, La Cure Gourmande salah satu toko produk home made untuk chocolats, biscuits, calisson, caramels, nougats, olives au chocolat, etc. Ya, produk manis andalan Belgia tidak hanya berhenti sampai cokelat tapi masih banyak ragamnya, aku sendiri yang tidak terlalu peduli dan gemar coklat sekarang mulai menghayati betapa asyiknya mencicipi mereka satu per satu.

Serunya lagi, di karen jumlah produsen coklat dari yang skala industri nasional hingga rumahan, semua dapat ditemui di Centrum. Bukan cuma merk-merk yang sudah kadung terkenal seperti Godiva, Leonidas, Neuheus, disini banyak merk-merk rumahan dengan kualitas yang sama sekali tidak murahan justru unik dengan cita rasa ekslusif. Meski harga juga kompetitif, jarang yang lebih murah. Kalau mau yang murah, bisa beli rombongan kiloan saat promo di pabrik atau main outletnya langsung. Di pinggir kota biasanya.

Mumpung malam minggu dan tidak setiap minggu, kami pun akhirnya njajan beberapa dan menemukan bahwa njajan yang jarang-jarang itu enak. Enak di kantong, enak di hati.🙂

Pertama kali kami bertemu Mas Restu dan Mba Nina adalah saat kami sama-sama latihan mempersiapkan penampilan tari Saman dan Band Indonesia Ciaatt yang dikomando oleh Oom Made. Melihat kolabrasi keduanya diam-diam kami berdua jadi nge-fans sejak latihan pertama. Gimana enggak, Mba Nina nya jago nari dan nyanyi, Mas Restu nya keyboardist. Lihat tayangan berikut untuk menyaksikan penampilan keduanya.

Jejak studi dan karir keduanya pun sangat memotivasi. Mas Restu yang sudah selesai sekolah master dengan dua gelar di State, kini masih sekolah lagi di malam hari pulang kerja. Walau sudah mondar-mandir Indonesia, Eropa, Amerika, keduanya tetap pekerja keras, njawani dan sederhana. Serunya kesamaan di antara kami berempat adalah sama-sama masih punya akar Jogja, dan “dipertemukan” di Jogja. Jadi, lain kali traktiran balasannya di Alun-alun Jogja ya Mas!😀

Olivia

Selain itu, hal yang paling kami senangi kalau berjumpa keduanya adalah ketika melihat Mba Nina dan Mas Restu berinteraksi dengan si mungil Olivia yang lincah, centil dan ceriwis, dengan bahasa Indonesia campur Prancis. Olivia yang selalu bikin kita gemes ngeliatnya, Olivia yang tiba-tiba membuat Muti berkata, “Mas.. punya anak sekarang aja yukk..” Nah lho..

Ceritanya pas udah gede..


Merci beaucoup Mas Restu, Mba Nina pour le soire douce.. Bisous pour Olivia.. :*

Bon week-end

2 thoughts on “Week-End Douce

  1. wah, seru banget jar.😀
    Oh ya, sekalian nanya. Cokelat Belgia yang ‘aman’ (baca: gak mengandung zat2 yang gak boleh dikonsumsi Muslim), kira2 dari merk apa ya, Jar? Aku di sini rada gak brani nyoba2 cokelat, takutnya mengandung zat yang gak boleh dikonsumsi. Jadinya ya kalo beli cokelat, yang dari merk M*lka doang. Hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s