Istri Juara

Pelajarilah bahasa asing, karena dengan mempelajarinya seseorang itu dapat mengelakkan diri dari tipu daya

Rasulullah SAW

Oktober 2011

Ini bulan kedua kami tinggal di Belgia. Sebulan yang lalu kami putuskan agar Muti mengambil kursus bahasa Prancis. Dalam hatiku terbersit rasa tak tega. Ini akan menajdi bahasa ketujuh yang ia pelajari. Tetapi kebutuhan berbahasa Prancis di Brussels ini memang tidak bisa dihindari dan kelak akan menjadi modal berharga. Lebih dari itu, banyak hal yang memotivasi kami.

Banyak Anak, Banyak Bahasa, Banyak Rejeki

Kami bercita-cita, jika dikarunia beberapa anak nanti, masing-masing bisa menguasai bahasa asing selain Inggris. Agar kami pantas bercita-cita demikian, kami berdua pun harus memperkaya diri dengan kemampuan bahasa sebanyak-banyaknya. Selagi muda, selagi banyak kesempatan. Kadang aku pun bergurau dengan istrikui, “Selain Indonesia, bahasa yang pernah kita pelajari kan ada sembilan, berarti anak kita bisa sembilan ya… Hehehe…”

Bahasa adalah jendela ilmu dan budaya. Bahasa dapat menjadi kendaraan silaturahmi yang akan memperlancar datangnya rezeki. Sebagaimana yang kami rasakan dari pengalaman kami menjalani program pertukaran pelajar enam tahun yang lalu.

Sejak membaca profilnya sewaktu di madrasah aliyah, aku begitu terinspirasi oleh cara Haji Agus Salim “menaklukkan” dunia. Ia adalah diplomat di awal kemerdekaan kita yang menguasai setidaknya tujuh bahasa. Sebelum aku berangkat AFS dulu, aku harus belajar bahasa Belanda. Mbah Kakung menyemangatiku dengan bercerita, bahwa semasa dia bersekolah di SMA 3 Yogyakarta (dulu bernama Algemeen Middelbare School te Djokjakarta), yang kala itu masih merupakan sekolah Belanda, ia harus menguasai setidaknya empat bahasa. Inggris, Prancis, Jerman dan Belanda. Saat Jepang berkuasa, bahasa Jepang jadi dipelajarinya juga.

Multi Language Talent

Cerita Mbah Kakung ini menjadi inspirasi sekaligus pertanda. Selama ini aku telah mendapat kesempatan belajar bahasa Inggris, Jerman dan Belanda. Kini aku dipertemukan dengan istriku yang bisa berbicara dalam bahasa Jepang (selain Italia) sehingga aku bisa belajar darinya. Merujuk pada pilihan bahasa yang Mbah Kakung pernah pelajari, hanya bahasa Perancis saja yang aku belum mendapat kesempatan benar-benar kupelajari sehingga selama tinggal di Brussels ini adalah kesempatan paling tepat untuk belajar bersama Muti.

Keuntungan Geografis

Brussels adalah wilayah bilingual, Belanda dan Prancis, namun lebih banyak warga yang berbahasa Prancis. Ini sangat menguntungkan kami dalam berlatih bahasa Prancis. Meski demikian, berbagai fasilitas publik di kota ini ditulis dalam tiga bahasa termasuk Inggris. Bahkan terkadang empat, dengan Jerman. Bagiku yang pernah belajar bahasa dan tinggal di Belanda, ini merupakan keuntungan tersendiri karena informasi dalam bahasa Prancis selalu dengan bahasa Belanda. Sehingga aku terbantu dalam menerjemahkan.

Menguasai dua bahasa ini penting di Belgia. Tampak dari pengalaman yang kami temui. Sejak kami datang, kami sudah berusaha mencari pekerjaan untuk Muti di berbagai organisasi international, namun bukan bahasa Inggris yang menjadi syarat utama, tetapi Prancis dan Belanda untuk dapat bekerja di kantor-kantor di sini, namu Prancis lebih diutamakan.

Efisiensi dan Manfaat

Karena aku sudah harus masuk kuliah setiap hari, waktu untuk kursus bahasa makin sulit kualokasikan. Dengan Muti mengikuti kursus bahasa Perancis, kami dapat memperoleh ilmu dengan efisien dan optimal. Karena sepulangnya kami ke rumah, Muti dapat mengajariku materi yang didapatnya di tempat kursus. Buy 1, Get 1 Free. Enak bukan kalau berjuang sudah ada pasangan.

 

Strategi

Belajar dari pengalamanku mengambil kursus bahasa saat di Belanda enam tahun yang lalu, aku yakin Muti dapat memilih kursus yang berkualitas namun tetap hemat biaya. Sebelum memutuskan mengambil les bahasa di Eropa, kita perlu menyadari sistem pemeringkatan kapasitas bahasa yang kini diberlakukan di Eropa sebagaimana table yang dirilis.

Secara singkat, terdapat enam level dalam sistem pemeringkatan kapasitas bahasa ini. Dari yang terendah ke yang tertinggi urutannya: A1, A2, B1, B2, C1, C2. Sebagai gambaran, untuk mengikuti perkuliahan jurusan teknik biasanya cukup mensyaratkan kemampuan bahasa level B2, sementara untuk sekolah hukum dan kedokteran bagi WNA disyaratkan level C2. Informasi tentang European Language Level System bisa dilihat di

http://en.wikipedia.org/wiki/Common_European_Framework_of_Reference_for_Languages

 

Dalam memilih kursus, kita para pendatang, tidak terkecuali Indonesia, seringkali terkecoh dengan perbandingan harga. Apalagi sebagai pelajar atau pendamping kita selalu ingin yang murah padahal di sini prinsip “ada harga ada rupa” sangat berlaku.

Secara umum di negara-negara Eropa barat, kursus bahasa secara garis besar dapat dibedakan

Perbandingan Tipe Pertama Tipe Kedua
Harga Relatif mahal, sekitar 500 Euro Relatif murah, sekitar 80 Euro
Peserta per Kelompok <10 orang 15-25 orang
Frekuensi 3-5 x seminggu 2-3x seminggu
Durasi 4 jam 2-4 jam

Penting diingat, dari segi jumlah jam pencapaian dalam sebulan Tipe Pertama menyediakan waktu belajar hingga 80 jam. Untuk mencapai jumlah yang sama pada Tipe Kedua membutuh waktu lima bulan. Meski lebih mahal, kita mendapatkan lebih banyak. Tidak hanya itu, jumlah peserta pada Tipe Kedua mencapai dua kali lipat dari jumlah peserta Tipe Pertama. Dengan demikian materi yang disampaikan biasanya lebih lambat dari Tipe Pertama karena lebih banyak peserta yang harus diakomodasi. Kalau sudah begini, sebulan kursus di Tipe Pertama bisa memberi kualitas dan progress yang hampir sama dengan 10 bulan kursus di Tipe Kedua. Disinilah kita sering terjebak, kita sering merasa puas mendapat kursus yang murah, tapi sesungguhnya progress kita sangat lambat sehingga kita kehabisan waktu dan tiba-tiba harus sudah kembali ke negara asal tanpa pernah benar-benar mampu mengaplikasikan bahasa baru tersebut dalam keseharian. Meski begitu, pada akhirnya faktor personal seperti motivasi, cara bersosialisasi dengn lingkungan dan kegigihan dalam menggunakan bahasa baru dalam kehidupan sehari-hari jauh lebih penting dari pilihan tempat belajar itu sendiri.

Sebagai informasi, kursus Tipe Pertama umumnya, diadakan oleh lembaga bahasa swasta atau universitas swasta, sedangkan yang kedua oleh universitas negeri atau pemerintah lokal bekerjasama dengan sekolah bahasa tertentu.

Sehingga keputusan dalam mengambil kursus bahasa meliputi seberapa jauh level bahasa tersebut ingin kita kuasai, seberapa tinggi persyaratan yang kita hadapi, berapa banyak waktu dan dana yang kita miliki. Tetapi karena kesempatan belajar di luar itu langka dan takkan terulang dengan momen dan kesempatan yang sama, seharusnya kualitas menjadi pertimbangan utama. Selain tentu kemampuan harus terus dipraktikkan di luar kelas.

Bagaimana pun juga lembaga bahasa adalah badan usaha yang mencari profit. Lembaga bahasa ingin siswanya berlama-lama kursus di tempatnya. Metoda yang sering mereka terapkan adalah membagi level sistem Eropa menjadi dua. Sehingga peringkat akan menjadi A1.1, A1.2, A2.1, A2.2 dan selanjutnya. Untuk menyiasati pengorbanan waktu dan biaya, sejak awal Muti kuminta untuk selalu memberi impresi terbaik pada guru di kelas. Dengan impresi yang baik, setelah beberapa hari masuk kelas Muti kusarankan untuk minta lompat kelas begitu selesai ujian pertama dan meyakinkan sang guru bahwa ia mampu untuk belajar sendiri materi yang dilompatinya. Saat itulah kuharapkan sang guru tidak bisa menolak karena Muti sudah mengunci penilaian sang guru di awal. Strategi ini kuterapkan enam tahun lalu di Belanda, sebanyak dua kali dan alhamdulillah berhasil.

Desember 2011

Alhamdulillah, setelah satu bulan mengikuti kursus intensive, Muti berhasil melompat kelas (menghemat biaya satu level) dan tetap meraih hasil terbaik di kelasnya!!! Mengungguli kawan-kawan lain yang sudah menetap tahunan di Brussels dan berbahasa ibu dengan akar bahasa latin seperti Spanyol, Italia, Portugis.

Felicitation Cherie, ik ben trots op jou.. Apres tu enseignes moi..[1]

Adriano, Frederico, Eveline: Kawan-kawan Muti di kursus bahasa

Adriano, Frederico, Eveline: Des Coupains de Muti pendants le cours

Kabar gembira untuk kita orang Indonesia, dari pengalaman kami dan cerita teman-teman yang belajar bahasa asing, baik lewat kursus maupun otodidak, meski terlahir dengan bahasa ibu yang dianggap mudah tanpa grammar yang rumit, orang Indonesia dikenal terampil dalam menguasai bahasa baru. Lidah orang Indonesia pun terkenal fleksibel dan ramah lingkungan. Tidak meninggalkan logat khas kita pada bahasa baru sebagaimana orang denan beberapa bahasa ibu tertentu. Selain itu pengalaman dari senior dan teman-teman AFS dari tahun ke tahun, pelajar Indonesia terkenal yang paling cepat menguasai bahasa baru di antara pelajar dari negara lain.

Allors, je toi verrai demain… Ilal liqo…

 

[1] Selamat istriku, aku bangga padamu. Setelah ini kamu ajarin aku ya..

Menikmati tulisan ini? Silakan like dan share jika menurut Anda bermanfaat.

European Language Level System bisa dilihat di

http://en.wikipedia.org/wiki/Common_European_Framework_of_Reference_for_Languages

European language levels – Self Assessment Grid
A1 A2 B1 B2 C1 C2
U n d e r s t a n d i n g Listening I can understand familiar words and very basic phrases concerning myself, my family and immediate concrete surroundings when people speak slowly and clearly. I can understand phrases and the highest frequency vocabulary related to areas of most immediate personal relevance (e.g. very basic personal and family information, shopping, local area, employment). I can catch the main point in short, clear, simple messages and announcements. I can understand the main points of clear standard speech on familiar matters regularly encountered in work, school, leisure, etc. I can understand the main point of many radio or TV programmes on current affairs or topics of personal or professional interest when the delivery is relatively slow and clear. I can understand extended speech and lectures and follow even complex lines of argument provided the topic is reasonably familiar. I can understand most TV news and current affairs programmes. I can understand the majority of films in standard dialect. I can understand extended speech even when it is not clearly structured and when relationships are only implied and not signalled explicitly. I can understand television programmes and films without too much effort. I have no difficulty in understanding any kind of spoken language, whether live or broadcast, even when delivered at fast native speed, provided. I have some time to get familiar with the accent.
Reading I can understand familiar names, words and very simple sentences, for example on notices and posters or in catalogues. I can read very short, simple texts. I can find specific, predictable information in simple everyday material such as advertisements, prospectuses, menus and timetables and I can understand short simple personal letters. I can understand texts that consist mainly of high frequency everyday or job-related language. I can understand the description of events, feelings and wishes in personal letters. I can read articles and reports concerned with contemporary problems in which the writers adopt particular attitudes or viewpoints. I can understand contemporary literary prose. I can understand long and complex factual and literary texts, appreciating distinctions of style. I can understand specialised articles and longer technical instructions, even when they do not relate to my field. I can read with ease virtually all forms of the written language, including abstract, structurally or linguistically complex texts such as manuals, specialised articles and literary works.
S p e a k i n g Spoken interaction I can interact in a simple way provided the other person is prepared to repeat or rephrase things at a slower rate of speech and help me formulate what I’m trying to say. I can ask and answer simple questions in areas of immediate need or on very familiar topics. I can communicate in simple and routine tasks requiring a simple and direct exchange of information on familiar topics and activities. I can handle very short social exchanges, even though I can’t usually understand enough to keep the conversation going myself. I can deal with most situations likely to arise whilst travelling in an area where the language is spoken. I can enter unprepared into conversation on topics that are familiar, of personal interest or pertinent to everyday life (e.g. family, hobbies, work, travel and current events). I can interact with a degree of fluency and spontaneity that makes regular interaction with native speakers quite possible. I can take an active part in discussion in familiar contexts, accounting for and sustaining my views. I can express myself fluently and spontaneously without much obvious searching for expressions. I can use language flexibly and effectively for social and professional purposes. I can formulate ideas and opinions with precision and relate my contribution skilfully to those of other speakers. I can take part effortlessly in any conversation or discussion and have a good familiarity with idiomatic expressions and colloquialisms. I can express myself fluently and convey finer shades of meaning precisely. If I do have a problem I can backtrack and restructure around the difficulty so smoothly that other people are hardly aware of it.
Spoken production I can use simple phrases and sentences to describe where I live and people I know. I can use a series of phrases and sentences to describe in simple terms my family and other people, living conditions, my educational background and my present or most recent job. I can connect phrases in a simple way in order to describe experiences and events, my dreams, hopes and ambitions. I can briefly give reasons and explanations for opinions and plans. I can narrate a story or relate the plot of a book or film and describe my reactions. I can present clear, detailed descriptions on a wide range of subjects related to my field of interest. I can explain a viewpoint on a topical issue giving the advantages and disadvantages of various options. I can present clear, detailed descriptions of complex subjects integrating sub-themes, developing particular points and rounding off with an appropriate conclusion. I can present a clear, smoothly-flowing description or argument in a style appropriate to the context and with an effective logical structure which helps the recipient to notice and remember significant points.
Writing I can write a short, simple postcard, for example sending holiday greetings. I can fill in forms with personal details, for example entering my name, nationality and address on a hotel registration form. I can write short, simple notes and messages. I can write a very simple personal letter, for example thanking someone for something. I can write simple connected text on topics which are familiar or of personal interest. I can write personal letters describing experiences and impressions. I can write clear, detailed text on a wide range of subjects related to my interests. I can write an essay or report, passing on information or giving reasons in support of or against a particular point of view. I can write letters highlighting the personal significance of events and experiences. I can express myself in clear, well-structured text, expressing points of view at some length. I can write about complex subjects in a letter, an essay or a report, underlining what I consider to be the salient issues. I can select a style appropriate to the reader in mind. I can write clear, smoothly-flowing text in an appropriate style. I can write complex letters, reports or articles which present a case with an effective logical structure which helps the recipient to notice and remember significant points. I can write summaries and reviews of professional or literary works.

Menikmati tulisan ini? Silakan like dan share jika menurut Anda bermanfaat.

 

8 thoughts on “Istri Juara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s