Sowan ke Pommerouel

“Since my daughter went away to Spain, then now I have Muti..” said Maman Christiane on the way taking us to her house from Mons train Station.

Tepat sebulan sejak kami mendapat “hadiah” Honey Week-End di rumah Christiane. Kunjungan pertama kami ke Pommerouel. Hari Minggu ini kami kembali sowan Christiane. Kalau pada sebelumnya kami membawa bunga, kali ini istriku berinisiatif membawa coklat. Well, inilah hikmahnya punya istri, ada yang bantu mikir. Kalo main solo, atau masih jomblo, kalau sowan ga pernah atau jarang mikir  mau bawa apa, yang dipikir cuma pas pulang apa yang bisa dibawa.. Hayoo ngakuu


Bienvenue a Wallonie

Bienvenue a Walloonie adalah sebuah festival turisme dan promosi budaya yang diadakan di seluruh wilayah Wallonia, wilayah francophone di Belgia. Didukung pusat turisme di kota masing-masing, berbagai industri rumahan hingga aktivitas pribadi membuka workshop nya untuk umum. Mulai dari dari pembuat cokelat, keju, aroma terapi, chateau, pusat kesenian dan sebagainya.  Hari Minggu ini kami memenuhi undangan sekaligus menghabiskan hari lagi bersama Christien, host-mamon kami yang lovely dan Nicole, kawannya. Lagi-lagi terulang kembali, ada saja hal menarik untuk diceritakan setiap akhir pekan kami disini.

Beloeil, kota kecil yang kami tuju, terletak di antara Pommeroeul dan Mons. Pemberhentian pertama kami sempat sejenak menyaksikan sebuah tari tradisional yang diperagakan oleh sebuah klub tari yang diikuti oleh berbagai kelompok usia. Dipamerkan juga berbagai kostum tradisional dan foto-foto hasil kebudayaan lainnya termasuk arsitektur khas di wilayah Wallonia. seorang pemandu bahkan tampak begitu antusias mempromosikan berbagai foto yang kami lihat disana.

Melihat antusiasme pakde bude dan adek-adek bule ini dalam menari, melestarikan dan mempromosikan budayanya,  kami jadi begitu merasa beruntung. Meski sedikit, kami masih bisa turut memelihara budaya dan tradisi lewat menari Saman bersama Oom Made dan kawan-kawan di KBRI. Melihat bangsa lain masih menjaga budayanya, tergugah juga nasionalisme kita.

Chateau de Beloile

Chateau de Beloiel, persinggahan kami berikutnya. Merupakan sebuah kastil yang disebut-sebut sebagai salah satu kastil tercantik di wilayah Belgia. Beloiel sendiri berasal dari kata Belle Oiele, Mata yang Indah. Di sinilah bermukim keluarga Prince de Ligne dari kota Beloeil ini. Sebuah kastil cantik yang dibangun tahun 1500-an ini diceritakan pernah disinggahi oleh Louis XIV sebagai tempat berburu dan menikmati spa.

Hmm kalau aku dan istriku pqling bqnter berburu suvenir di Bringharjo.

Fakta menarik adalah berbagai tanaman yang ditanam di wilayah ini sejak taun 1700-an berasal dari wilayah asia timur dan ditanam dengan penjarakan dan formasi yang detil dengan skala seperti pada kartu 5 hati. “Lima lope” kalau kata anak-anak SD.

Art Workshop, pemberhentian kami berikutnya. Sejak masuk aku sudah mencurigai sesuatu yanga agak tidak umum akan terjadi. Di gapura Muti sudah berkali-kali memuji uniknya kreasi tangan dari penduduk disini. Semua orang yang berminat, berusisa 7-77 tahun, angka yang unik, dapat menghadiri kelas seni dan membuat hasta karya tersendiri.

Benar saja, begitu masuk aku langsung dikejutkan sebuah tong sampab bertuliskan “tempat sampah” di ruangan pertama.

“Regards, Christien, il est inscrit en Indonesie!!!” sorakku norak kegirangan melihat ini.

Kami pun bergeser ke ruang tengah untuk bertemu sang pemilik workshop yang sedang diwawancara.

“Sayang, sayang, berdiri di sana deh, mas photo deket ownernya yang lagi diinterview”

Antara iseng dan niat, atau mungkin juga udah bakat, sifat SKSD almarhum Bapakku kini kuproyeksikan ke istriku hehehe.

Owner Ateliers du Arts

Usai owner ini diwawancara aku menanyakan seluk beluk tong sampah di ruang depan tadi yang dijawab dengan,

Aaa je ne sais pas, saya juga nemunya di bracant, pasar barang bekas.”

Hee??? tu es d’Indonesie?? vraiment..??? Formidable!! What coincidence??!!!” istri dari sang owner yang bisa berbahasa Inggris pun tampak begitu excited, ia bercerita kemudian kalau ini pengalaman pertamanya bertemu orang Indonesia dan turut senang kami mengenali itu tadi tulisan Indonesia.

Hmm.. hebat juga yang mbawa sampai atau buat tong sampah ini di Belgia, bisa jadi barang seni.. Di sini sampah kita aja jadi seni, tapi kenapa pemain seni (baca:artis sinetron) kita banyak yang bikin sampah???

Selang beberapa menit, saat sedang melihat-lihat tiba-tiba sang wartawan dari TV Lokal tersebut, yang dari tadi kuperhatikan memeperhatikan istriku tiba-tiba mendekatiku dan minta izin bergantian mewawancaraiku dan istriku. Eng.. ing.. eng.. inilah hasilnya.. liputannya bisa dilihat di http://www.tele2.be hehehe.. 

By Accident Interview

Tiba-tiba aku teringat komentar teman SMP ku,”Djar bojomu artis yooo??!” Hmm mungkin memang ada bakat..

Dari Art Workshop kami mampir sejenak ke salah satu pusat informasi turisme. Seorang ibu petugas ang begitu lincah dan antusias menyambut kami.

Serta merta Christien yang hobi ngosbrol langsung mengenalkan kami dari Indonesia dan kami manten anyar.

“From Indonesia?? Woww.. supeeerr, this is my first time to see Indonesian in real.. I will write your name and put on my list, today first 2 Indonesian were comin!!!”

“How’s to say thank you and see you?”

Batinku, ini kita yang turis malah kita ynag jadi objek. Sang ibu petugas pun memperkenalkan diri dan menyorongkan kartu namanya, “Ricotta”.

“Sayang, family name nya Itali tuh, ajak ngobrol Itali deh..” trik andalan mencuri perhatian orang.

Singkat cerita istriku ngomong dengan bahasa Itali.  Mbuh ngomong opo aku yo ra ngerti.

“Hah, you speak Italian??? How come???

Ngobrol punya ngobrol ternyata Bude Ricotta ini masih tetangga sama Muti. Istriku dulu di Sardegna, Bude Ricotta ini di Sicillia. Hanya dalam beberapa menit kami menjadi sangat akrab dan saling bertukar kontak. Tidak lupa kami ambil foto dulu untuk kenang-kenangan. Christiane pun turut senang, karena kini ia mendapat teman baru, orang turisme, yang aktif dan promotif yang bisa membantu mempromosikan guesthouse  nya. Hebat to bojoku..

Bude Ricotta, Petugas Turisme Belgia Wallonie dari Sicillia Itali

Selanjutnya kami mampir sebuah bagian dari town house dimana masyarakat biasa mengadakan pernikahan atau seremoni lain. Entah bagaimana begitu masuk ruangan Christiane cerita lagi ke orang-orang di sana bahwa kami baru menikah. Tiba-tiba semua menjadi tampak akrab dan bertanya mengenai asal-usul kami dan menceritakan bagaimana mereka kini sedang mengkreasikan proses dokumentasi pernikahan dan event lain lebih menarik. Hal yang menarik, di tengah album yang mereka tunjukkan mereka menunjukkan sebuah halaman berisi foto-foto bergaya Indonesia yang diambil dari Pairi Daiza. Sebuah kebun raya terkenal di Belgia, yang memiliki bagian khusus seluas 20 hektar yang menghadirkan suasana artifisial Indonesia seasli mungkin. Mulai dari pura-pura Hindu Bali, sungai di Kalimantan, hingga tanaman-tanaman tropis bahkan Gajah Taman Safari yang khusus didatangkan dari Indonesia.

Perau "Cahaya" di Pairi Daiza

Olala… Kalau ini ada di Belanda masih okelah, tapi ini di Belgia..

Dan inilah akhir dari cerita kami hari ini.. Makan…

Salam Waffel dari Brussel😀

Bermanfaatkah tulisan ini?? Bantu rate dan jangan ragu untuk share dan beri komentar di bawah ini yaa..😀

Ingin lebih terinspirasi?? Kunjungi http://inspirasi.ugm.ac.id/

4 thoughts on “Sowan ke Pommerouel

  1. Wah bagus euy…. Muti bentr lagi dapat tawaran main sinetron di RTL hahhahaha… Saran: foto yang portrait jangan dijadiin landscape gitu. Aneh lihatnya (bikin pegel leher) hahahahaha…..

    Disini pisang Ambon lebih terkenal sebagai liquor. Alkoholnya sampai 20%. Orang-orang Belgia ngga tahu aja kalo itu barang dari Indonesia. Contoh lain, Nasi goreng mereka bilang itu masakan cina. Padahal namanya asli Indonesia walau memang seringnya dijumpai direstoran cina😀

    • Ya Mas..
      kali aja ada iklan Mobib butuh wajah asia..
      Iya mas.. terimakasih attention nya, pisang ambonnya ada yang normal 20% ada yang sans alcool sekarang..
      Yang semalam ga ada taste alcool nya koq.. *ketauan

  2. ckckck kayaknya tiap postingannya bikin ngiri aja nih jo: ngiri mau S2 di eropa, ngiri jalan-jalannya, ngiri pengen cepet ada partnernya #eh
    semoga sehat dan sukses selalu yooo😀
    _Vidia_

    • Alhamdulillahirabbil alamin…
      Tujuannya tercapai.. Bikin orang makin pingin dapet, makin banyak doanya, makin banyak usahanya, makin deket jodo dan perwujudan impian2nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s