De Maak Champ Blanc, Connecting People!

10 November 2011

“Yang, ada post dari Michelle..!!!”

“ayo cepet buka – buka..!!”

Eng.. ing eng..

Wat een schattig kaart van Michelle

Pertengahan Juli 2006

“Bagaimana kemarin pengalaman selama di Eropa..?”

Tanya Michelle sebagai Kakak Returnee AFS yang menjadi group leader memandu kami dalam sebuah sesi re-orientasi usai setibanya kami kembali ke Indonesia. Bersama empat sahabat lain Astri (Jakarta-Itali), Rizka (Jogja-Belgia Vlanderen), Dila (Jakarta-Belgia Wallonie), Winda (Samarinda-Belgia Vlanderen), Alda (Bandung-Belanda), Muti (Jakarta-Itali) dan aku sendiri kami sama-sama dipandu untuk dapa beradptasi kembali dengan baik di iklim sosial budaya setelah mengarungi petualangan budaya hampir setahun lamanya.

Hari itu bagiku dan Muti, Michelle adalah sebagaimana umumnya kakak angkatan yang dihormati dan kebetulan juga kakak kelas Muti di SMA 8 Jakarta.

Medio 2009 hingga 2010

“Jangan panggil mba lagi..”

Sebagai orang Jogja, setiap wanita yang lebih tua aku panggil Mba. Termasuk Michelle yang dari Jakarta dulu kupanggil kak, begitu kuliah, masuk Jogja, ya kupanggil Mba. Hari itu di Syawalan AFS Jogja di kediaman Mas Bagus Riyono dan Mbak Emi, di hadapan Mas Heru, Michelle bilang ga mau dipanggil Mba lagi. Katanya karena sama-sama 87. Yo wiiss..  Sama-sama buka kartu. Padahal bulannya beda. Wkwkwk.

Syawalan 2010 di Kediaman Mas Bagus dan Mba Emy

Akhirnya karena merasa senasib, Sejak hari itu kami bertiga makin aktif saling bertukar informasi. Mulai dari akademik, karir, hingga politik. Juga saling mentraktir bergantian setiap ada yang ingin merayakan sesuatu.

Sebagai mahasiswa yang produktif, seringkali Michelle, Mas Heru dan beberapa kawan-kawan dari berbagai Fakultas menjadi ujung tombak pelaksanaan program-program unggulan Universitas. Beberapa kali aku diajak, tetapi kesibukanku mencari uang saku saat itu membuatku selalu memforward ke orang lain bukannya menerima tawaran.

Hingga suatu hari, Michelle yang sudah meroket namanya di kalangan rektorat,  karena prestasi-prestasi nya, termasuk sebagai Mahasiswa Berprestasi Nasional, mendapat amanah dari Pak Rektor untuk mengumpulkan kisah pengalaman inspiratif teman-teman di seantero UGM selama menempuh pendidikannya di Kampus Biru itu. Aku, Mas Heru, dan beberapa kawan lain pun diajaknya. Kami bertiga semakin banyak diskusi mulai dari akademik hingga perjodohan pada traktira-traktiran berikutnya. Tapi yang tidak kusangka, ternyata obrolan kami soal perjodohan mengalir benar-benar menjadi kenyataan.

22 November 2010

Awal dari upaya De Maak Champ-Blanc

“Djar, aku barusan nemu  jodoh buat kamu!!!”

“Hah?? siapa, gimana taunya??!!”

“Muti..!!! Barusan ketemu di Plaza Semanggi!! Cocok banget Djar sama kamu, background akademis kalian (hedeuh, namanya mahasiswa berprestasi, akademis dulu yang direview), passionnya, cara mikir dan ngomongnya!! Pokoknya kamu banget deh Djar.

“Masa sih??”

Di percakapan BBM ini aku pura-pura bego. Karena sebetulnya 3 hari sebelumnya pun aku baru jumpa Muti. Pertama kalinya setelah sekian tahun. Dan minggu depan kami sudah janjian ketemu lagi untuk sama-sama menghadiri pernikahan Kak Nena dan Kak Ei. Ok deh ngaku, ini jebakan Batman ku supaya ketemu lagi sekaligus bagian dari PDKT.

Beberapa hari kemudian..

“Chelle doain ya, tahun baruan Muti ke Jogja, mau “kutembak” lagi”

“Lagi? Emang udah?!! Hah tu kan, apa aku bilang!!!”

“Iya udah, di Jakarta kemarin, tapi masih kandas. Sekarang mau coba lagi, kemarin kan partai tandang di Jakarta, wajar kalah, sekarang kita main di kandang harusnya sih bisa”

“Harus bisa, nih ya, semua yang aku comblangin tu pasti jadi. Feeling-ku kuat!!”

Haissh.. Dasar Mak Comblang!!!

13 Agustus 2011

Hari yang dinanti pun tiba. Pernikahan kami alhamdulillah terselenggara dengan lancar. Salah satu bagian manisnya adalah Master Ceremony dalam acara resepsi merupakan duo maut yang representative. Temin, seperti Muti returnee AFS Itali, fasih ber-parlo Italiano, sama-sama berlatar belakang international organization dan Michelle, returnee AFS Belgia, sama-sama Holland-spreken dan dari UGM.

Michelle, Muti, Temint

Terimakasih tak terhinga atas support Duo Maut MC ini, karena kekompakan Michelle dan Temin, berhasil juga akhirnya rencana jebakan Batman ku di pelaminan. Menyanyikan sekaligus “menemukan Mutiara yang Hilang”.

“Surprise Lagu dan Cincin Mutiara yang Hilang” di Pelaminan

23 Agustus 2011

Di hari yang sama, jam yang hampir sama, aku dan Muti berangkat ke Belgia, Michelle berangkat bersama Dandi yang sama-sama mendapat beasiswa Master bidang hukum di Groningen Universiteit Belanda. Pasangan yang luar biasa!

C’est magnifique!!! 

Merci beaucoupe Michele pour tout!!!

Good luck for your study and Dandi’s. May God always ease your endeavours. Amin.

Great Couple in Nederland

Bermanfaatkah tulisan ini?? Bantu rate dan jangan ragu untuk share dan beri komentar di bawah ini yaa.. :D

Ingin lebih terinspirasi?? Kunjungi http://inspirasi.ugm.ac.id/

5 thoughts on “De Maak Champ Blanc, Connecting People!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s