Kencan Pertama di Resepsi Diplomatik

ASEAN Secretariat Jakarta, Maret 2011

“Halo Nak, apa kabar?” sapa Pak Marty Natalegawa saat disambut Muti.

Malam itu Pak Marty menginspeksi kesiapan panitia di Kantor Sekretariat ASEAN tempat Muti sempat bekerja. Pak SBY dan para Menteri Luar Negeri dari negara-negara anggota ASEAN  keesokan harinya akan menghadiri Special ASEAN-Japan Foreign Affairs Ministrial Meeting di Jakarta.

Pak Marty Natalegawa dan SG Surin Pitsuwan mengantar Pak SBY, dari kejauhan

“Yah, masak aku dipanggil Nak sama Pak Marty, pas salaman tadi Mas..”

“Hehehe, mending lah kamu disapa Pak Marty, daripada aku harus ngumpet-ngumpet di Mushola gini nungguin kamu sampe disemuti.. Hehehe”

Malam itu kami berencana mencari makan bersama, nge-date bahasa gaulnya, malem Minggon ahasa jawanya, usai Muti selesai bertugas menyiapkan segala sesuatunya. Aku sendiri datang dari Bogor untuk menjemput Muti. Daripada menunggu di luar, aku nekat masuk ke dalam kantor karena sudah hafal dengan beberapa Bapak Satpam dan kemudian menunggu di Mushola untuk sholat Isya sekaligus menghindari bertemu dengan paspampres yang sedang berjaga-jaga.

Malam itu kami batal mencari makan di luar, karena sudah terlalu malam dan aku putuskan langsung mengantar Muti pulang.

Hotel Mulia Senayan, Awal Tahun 2011

“Udah buka apa sayang..? Selamat buka ya, aku udah batalin puasa di sini.. Hari ini Resepsi Diplomatik ASEAN di Hotel Mulia.. “

“Ini lagi makan Nasi, Capcay, sama teh anget di warung sendirian, ujan-ujan. Udah buka duluan Jogja.. hehe”

Inilah salah satu tipikal gombalanku, kadang bermuatan gombal lebay romantis, namun sesekali juga menjual belas kasihan.

Sambil buka puasa aku yang sedang di kawasan Gejayan, Jogja SMS-an dengan Muti yang saat itu sedang membantu prosesi resepsi diplomatik di Hotel Mulia Senayan, Jakarta. Saat itu sambail makan Cap-cay aku hanya bisa mendengar dari Muti manisnya kisah bertemu para Dubes dari negara-negara asing untuk ASEAN sambil menikmati hidangan makan malam sajian Hotel Mulia Senayan. Sambil membayangkan, kapan bisa ikut resepsi diplomatik beneran.

Luxembourg, 23 November 2011

“Wah, ini penganten baru..  berdua terus kemana-mana..” sapa Bu Anita renyah saat bertemu kami malam tadi di Hotel Le Royal, Louxembourg.Alhamdulillah, akhirnya kurasakan juga seperti apa rasanya respsi diplomatik itu. Malam ini, berkat breakthrough inisiative Bapak Dubes RI untuk Kerajaan Belgia, Kepatihan Besar Luxembourg dan Uni Eropa, HE. Mr. Arif Havas Oegroseno untuk KBRI menyelenggarakan resepsi diplomatik untuk wilayah Kepatihan Besar Luxembourg, aku dan Muti berkesempatan menampilkan tari Saman dalam formasi lengkap. Bersama Tante Wayan, Mba Nina, Aswin, Mulya, Satria, Nuskha, Armanda, Ami dan Oom Made sebagai Syekh. Sebelum kami, tampil juga dengan penuh memukau Gamelan Group Ibu-Ibu Dharma Wanita KBRI yang kemudian mengiringi Tari Pendet yang dibawakan oleh sahabat kami Pertha.

Suap-suapan Soto Kudus & Sate Ayam Usai di Resepsi Diplomatik..

Alhamdulillah, ini adalah perjalanan pertama kami ke luar negeri semenjak tiba di Belgia. Gratis pula. Luxembourg yang berjarak 3 jam perjalanan darat adalah negara yang terletak di antara Belgia dan Jerman. Kami berangkat dengan Caravan Mercedes dari KBRI dan pulang dengan menumpang Bus carteran pabrikan”SCANIA”. Pabrikan kompetitor utama Mercedes yang juga dari Jerman. Alhamdulillah, meski belum bisa jadi pengusaha bis malam seperti cita-cita waktu kecil, malam ini bisa naik bis SCANIA bersama istri tercinta. Setibanya di KBRI, kami masih nunut pulang bersama Bu Anita dengan Toyota CD nya hingga Alma.

Resepsi diplomatik ini sendiri sepertinya yang pertama kalinya bagiku. Selama ini aku cuma bisa meri kalau Muti mengikuti berbagai resepsi diplomatik yang diadakan oleh berbagai kedutaan atau acara lain untuk para pejabat diplomatik. Alhamdulillah, bersama istriku semalam tadi kami bisa sama-sama menikmati resepsi diplomatik, di luar negeri. Kalau sebelum berangkat kita tidak menikah dulu, mungkin ceritanya tidak akan seseru malam tadi.😀

Terima Kasih Bapak Ibu Dubes, Oom Made-Tante Wayan, Bu Anita, Aswin dan seluruh komunitas Indonesia di Belgia.. It has been a huge Honor, Joyful, Thanksful moments to know all of you and becoming part of Indonesian huge family in Belgium, Grand Duchy of Luxembourg, and European Union.

A demain!!!

Bermanfaatkah tulisan ini?? Bantu rate dan jangan ragu untuk share dan beri komentar di bawah ini yaa.. :D

Ingin lebih terinspirasi?? Kunjungi http://inspirasi.ugm.ac.id/

4 thoughts on “Kencan Pertama di Resepsi Diplomatik

  1. Selamat atas kelahiran Sang Putri Mas Ichal..
    Semoga menjadi anugerah terbaik, hiasan terindah kedua orangtuanya, berkontribusi maksimal bagi masyarakat Indonesia dan dunia sperti orangtuanya,,😀
    meri itu iri tapi lebih alus dari iri, mupeng kali ya terjemahannya.. heheh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s