Prof Claire’s Trip to Indonesia

31 Januari 2012

“Hey, I am going to Malaysia and may pass your country to see Orangutan in Borneo..!”

“Really? How long will you stay?”

“I will have an Ottawa Pedagogical Conference in Kuala Lumpur, from March 9th to 16th but I will arrive four days prior to see Orangutan in Borneo. What do you think?”

“Will you spend out all those four days visiting Orangutan only? You have enough time to visit Yogyakarta. You will see my great university and lovely city. I will arrange everything for you and ask my family and friends support to help you!”

Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap keunikan dan kelangkaan Orangutan, dalam hati aku menyayangkan kalau Prof Claire yang akan terbang dari Belgia menuju Malaysia, memiliki empat hari tersisa untuk mengunjungi Indonesia tetapi hanya sempat mengunjungi Orangutan saja. Jogja hanya dua jam penerbangan lagi saja jaraknya, sementara aku dan Muti ada di sini siap membantu memfasilitasi.

Aku dikirim ke Belgia dan bisa membawa Muti serta tak lepas dari program pertukaran dengan beasiswa, saatnya kami kini mensyukuri hal ini dengan gantian mengirim Professor kami ke Indonesia.

5 Februari 2012

“Magnificent.. your wife dance was wonderful, she is wonderful!!”

Berkali-kali Prof Claire memuji penampilan Tari Pendet Muti bersama kawan-kawan lainnya. Hari ini Prof Claire menepati janjinya, ia datang menyaksikan penampilan Tari Pendet yang diiringi grup gamelan Saling Asah di perhelatan Salon des Vacances beberapa waktu lalu. Berbagai pertunjukan seni komunitas Indonesia di Belgia semakin membuatnya bersemangat dan penasaran ingin segera tiba di Indonesia.

Berbekal peta nusantara raksasa yang terpajang di salah satu sisi stand Indonesia, aku menjelaskan satu per satu informasi mengenai keunikan dan keragaman Indonesia. Mulai dari luas wilayahnya, tiga zona waktunya, keragaman budaya dan bahasanya, hingga terkhir kuceritakan semua yang ada di kepala tentang Jogja.

“Definitely, I am going to Yogyakarta,” balasnya dengan mantap.

4 Maret 2012

Minggu siang setelah melalui transit di Istanbul dan Kuala Lumpur Prof Claire tibadi Jogja. Di bandara Adi Sucipto, Mama yang kebetulan sedang dinas ke Jogja menjemputnya dan langsung membawanya ke komplek Kraton Yogyakarta. Dalam tiga jam saja Prof Claire sudah menelusuri Kraton Jogja, Pasar Beringhardjo, menyaksikan pembuatan Batik hingga memborong berbagai macam oleh-oleh seperti tiga buah lukisan, aneka produk batik dan souvenir khas Jogja lainnya. Dibantu Mama, beliau memesan perjalanan dua hari satu malam untuk menyaksikan keindahan fajar menyingsing di kawah Bromo. Mengikuti pesanku, tidak lupa beliau dengan gembira menyempatkan diri merasakan empuknya tunggangan becak Jogja, sebelum akhirnya meletakkan semua barang bawaannya di tempatnya menginap, Hotel Mutiara.

Sejak semula kami ingin memberi optimum exposure kepada Prof Claire dalam kunjungan selama empat hari nya di Indonesia. Seizin Pakde dan Bude Salam dua minggu sebelumnya, malam ini agenda Prof Claire adalah makan malam bersama keluarga Pakde dan Bude di mana aku pernah ikut tinggal bersama, di kawasan Umbulharjo Yogyakarta.

Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, kami tidak ingin menyiakan sedikitpun kesempatan beliau di Jogja. Sebisa mungkin beliau hami harap dapat bertemu dengan sosok yang menurut kami dapat saling memberi manfaat di masa yang akan datang. Prof Claire kami undang makan malam bersama dan berjumpa dengan Pakde Salam yang saat ini diberi amanah sebagai pimpinan Universitas Yarsi, juga Mas Ardian dan Oom Dirwan, yang memegang amanah di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammdiyah. Secara kebetulan pula ketiganya adalah alumni Fakultas Kedokteran UGM. Dalam satu makan malam saja Prof Claire telah mendapat overview dari tiga universitas dan fakultas kedokteran yang berbeda di Indonesia.

Sepanjang makan malam yang gayeng penuh keakraban yang diramaikan juga oleh putra-putra Pakde dan Bude beserta keluarganya masing-masing, Prof Claire begitu takjub akhirnya mimpinya kesampaian, merasakan buah-buahan tropis. Manggis, salak pondoh, buah naga pun dicicipinya. Dengan hidangan utama y sop ayam, ayam Code, dan bakmi Pak Pele alun-alun utara kegemaran almarhum Bapak. Malam itu Prof Claire benar-benar merasakan nikmatnya jadi orang Jawa!

5 Maret 2011

Hari ini juga, tiga institusi Prof Claire datangi. Pagi  Fakultas Kedokteran UMY. Siang Fakultas Kedokteran UGM. Sore Kantor Urusan Internasional (KUI) UGM. Sebelumnya sebagai keyword aku sudah mempromosikan kepada Prof Claire bahwa UMY memiliki summer course dalam bidang tropical medicine yang sukses diadakan setiap tahun. Begitu juga summer course on natural disaster management yang setiap tahun dikelola oleh FK UGM kupromosikan sebagai jembatan penghubung diskusi beliau dengan segenap pimpinan FK yang kebetulan hari itu semua berkumpul di kampus memperingati hari ulang tahun UGM. Harapan jangka dekat adalah kelak mahasiswa kedokteran di Université catholique de Louvain (UCL) tempatku belajar saat ini berbondong-bondong datang mengikuti summer course di Jogja. Jangka panjangnya semoga menjadi kontribusi untuk meningkatkan kerjasama strategis antara institusi pendidikan tinggi di Indonesia dengan Belgia khususnya dan Eropa.

Kunjungan beliau ke FK UGM tidak lepas dari dukungan aktif Mas Abe dan Mas Heru dari KUI UGM yang berkenan menyediakan waktu menyiapkan penyambutan kedatangan beliau di UGM. Aku dan Muti berusaha menyusun itinerary Prof Claire ke Jogja dan UGM ini tidak lepas dari inspirasi oleh success story Pak Gde dari ITB yang dengan inisiatifnya berhasil menciptakan sustainabilitas kerjasama Universitas Gent dalam menyelenggarakan beasisa Erasmus Lotus yang salah satunya berpartner dengan institusi asal beliau, ITB.

Lewat inisiatifnya, beliau berhasil menjaga kontinuitas pengiriman mahasiwa ITB dalam jumlah signifikan tiap tahunnya untuk memobilisasi staaf dan mahasiswa ITB ke UniGhent dan university partner lainnya di Eropa dalam skema program beasiswa Erasmus Mundus. kami mengharapkan begitu juga dengan sustainabilitas hubungan kerjasama antara UGM dengan UCL dan semoga dapat diikuti oleh UMY sebagaimana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) juga telah aktif menjadi partner university untuk program MOVER Mundus.

Sore itu juga didampingi Noor dari HI UGM Prof Claire menyaksikan dari dekat kecantikan Candi Prambanan dan melanjutkan hari yang tersisa menikmati sendratari Ramayana di Purawisata. Keesokan harinya perjalan Bromo selama dua hari satu malam pun ditempuh demi mewujudkan impian lainnya.

“Do you think I can get there and ride those pony’s..?!!” tanyanya penuh antusias padaku dan Muti usai melihat foto dari  sahabat kami Fransesca Ken yang dipajang di Bibliotheque Centrale Faculte UCL beberapa hari sebelumnyaDi foto berudul Horse-man itu tampak beberapa ekor kuda dengan pemandunya di kawasan kawah Bromo. Prof Claire begitu terobsesi untuk mewujudkan apa yang dilihatnya.

“Magnificent sunrise over Bromo volcanoes after climb in the dark, great poney ride, awesome fuming caldera..” pesan singkat dari Prof Claire setelah berhasil mewujudkan mimpi yang jadi pertanyannya beberapa hari yang lalu.

Harus kuakui agenda perjalanan Prof Claire begitu padat. Kamis pagi beberapa jam sebelum keberangkatannya ke Kuala Lumpur ia masih menyempatkan diri menikmati matahari terbit di Borobudur.

“I had one of my best sunrise experience at Merapi volcano dust covered Borobudur..”

Sebelum Prof Claire berangkat ke Indonesia, aku dan Muti bermaksud memberikannya sebuah pengalaman perjalanan yang paripurna. Memaparkan beliau pada kekayaan khasanah alam dan budaya Indonesia. Bukan sekedar perjalanan profesional antara dua institusi yang melibatkan utusannya, tetapi juga perjalanan yang sarat pengalaman sosial dan budaya. Menyaksikan kearifan lokal dan keluhuran budi yang tumbuh harmoni dengan kemajuan sains dan teknologi, di ibukota pendidikan Indonesia, Yogyakarta.

“Thank you very much for your warm and heartfelt welcome to Yogyakarta this afternoon & evening!
I very much enjoyed visiting the Kraton complex and the Batik boutique, going in a becak, having a great excursion to Bromo, and finally meeting all your lovely and wonderful family & friends! Thank you so much again for the unforgettable and unique experiences we’re looking forward to welcoming you in Brussels”
InsyaAllah, sepertinya itulah yang dirasakannya dari beberapa e-mail dan pesan singkat yang dikirimnya. Terimakasih Mama, Pakde dan Bude sekeluarga, Oom Dirwan, Zul, Wayan, Shendy, Noor, Mas Heru, Mas Abe dan segenap pimpinan Fakultas Kedokteran UMY, Fakultas Kedokteran UGM dan Kantor Urusan Internasional UGM, telah membuat kunjungan Prof Claire yang penuh kesan menjadi nyata.
Untuk Jogja, kami berharap, meski kecil, inisiatif ini kelak bisa terduplikasi dan semakin meningkatkan geliat perkembangan dan mobilitas dunia pendidikan di Jogja.  Kalau satu mahasiswa atau peneliti Indonesia di rantau bisa “mendatangkan” seorang dosen atau koleganya, mungkin ratusan ribu mahasiswa Indonesia yang belajar di berbagai negara di dunia di masa depan bisa berkontribusi menjadi penyumbang devisa dengan cara yang berbeda. Karena mahasiswa juga merupakan duta bangsa yang potensial untuk  Indonesia, yang sebagaimana Jogja, begitu istimewa.

Dalam suatu perbincangan di KBRI Brussel Ibu Diah Wibisono pernah berpesan kepada kami, “Kita sangat beruntung mendapat kesempatan menjalani hidup di luar negeri. Mau tidak mau kita pasti menjadi duta Indonesia. Makin banyak negara yang kita kunjungi, makin besar kemungkinan kita menjadi satu-satunya orang Indonesia yang pernah ditemui oleh seseorang. Apa yang kita tunjukkan, bisa menjadi kesan seumur hidup bagi orang tersebut. Bukan cuma terhadap kita, tapi juga Indonesia.”

Belum cukup mahasiswa Jogja dan Indonesia sekedar merasa beruntung mendapat kesempatan belajar di negara-negara maju, mari tunjukkan kita juga bisa mengirim dan membuat Professor dan kolega kita merasa beruntung bisa mencicipi keistimewaan Jogja dan Indonesia.

This slideshow requires JavaScript.

4 thoughts on “Prof Claire’s Trip to Indonesia

  1. nice story jo!! satu kontribusi nyata buat tanah air dengan cara yg berbeda! i admit you’re brilliant! banyak jalan menuju roma, dan banyak cara mengenalkan Indonesia. ahh you, i really adore your way jo!! ahaha…

  2. it’s an honour for me if my photos can give inspire to anybody to visit our beautiful country..
    thanks fajar for your contribute ..it’ll nothing without you and muti..!you two are rock!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s