“Kunci memajukan Indonesia pada manusianya”

Gemas saya melihat banyak sikap negatif berkembang di antara kita tentang masa depan Indonesia.

Semakin banyak komentar dan opini depresif dan pesimistis berkembang bahkan di kalangan anak muda (pegawai muda, guru muda, dokter muda, pengusaha muda, dsb) Indonesia.

Seolah-olah bersama mengolok-olok bangsa sendiri, disadari atau tidak, sudah menjadi ajang ternikmat pelampiasan syahwat. Sebagai konsekuensi buntunya pikiran terhadap solusi.

Padahal, jelas sekali solusi untuk “meluruskan” negeri ini.”.

Perhatikan negara-negara yang kini maju padahal dulu bernasib sama dengan Indonesia sebagai sesama penghuni klasemen negara dunia ketiga. Ada persamaan di antara mereka yang sayang kini tidak kita miliki.

Ya, memiliki pemimpin “bertangan dingin”. Saya percaya, karakter pemimpin dapat mengubah nasib suatu negeri.

Tidak perlu jauh-jauh.

Singapore, punya Lee Kuan Yew.

Malaysia, punya Mahathir Mohammad.

Keduanya punya kesamaan karakter dan visi dalam membangun negerinya bangkit dari negara dunia ketiga menjadi negara unggulan di dunia. Keduanya berfokus pada SUMBER DAYA MANUSIA.

Lee kerap berkata bahwa satu-satunya sumber daya alam Singapura adalah rakyatnya dan ketekadan dalam bekerja.

Mahathir, sejak tahun 1980-an mengirim puluhan ribu sarjana mengambil gelar S-2 dan S-3 ke berbagai negara maju. Termasuk dalam mencetak dokter, kin setiap tahunnya Malaysia mencetak sekitar 3500 dokter di berbagai fakultas kedokteran di luar Malaysia, termasuk di Indonesia.

Ingatkah kawan-kawan, setelah Bung Karno, adakah pemimpin bangsa ini yang menitikberatkan fokus pembangunan negeri pada manusianya?

Sulit ya untuk mengingatnya? Lebih mudah mengingat para pemimpin berulang-ulang menekankan Indonesia adalah negeri kaya nan makmur sumber daya alamnya. Gemah ripah loh jinawi. Hingga akhirnya kita terbuai, hanya berlomba-lomba menikmati warisan nenek moyang dan jarang tersulut melestarikannya dengan mengembangkan potensi diri. Seperti kebiasaan para anak juragan, saat senang berpesta bergembira, saat susah hanya bisa mengumpat saja.

Tetapi saya bersyukur, saat ini kita menemukannya. Lihat apa yang selalu kandidat ini berulang-ulang tekankan. Lihat gerakan apa yang selama ini ia perjuangkan.

“Kalau kita ingin maju menjadi bangsa yang besar jangan fokus pada material, jangan fokus pada sumberdaya alam,tapi fokus pada manusia Indonesia. Kunci memajukan Indonesia pada manusianya.”

“Mari Kita Turun Tangan”

3 thoughts on ““Kunci memajukan Indonesia pada manusianya”

  1. birokrasi..yg jd masalah dan bermasalah,tp masih banyak pegawai muda yg punya integritas dan kemauan untuk berjuang memperbaikinya…pelan2 tp pasti…insya Alloh

  2. setuju banget! indonesia emang udah dibuai sama kenikmatan.. dan sekarang, kemiskinan dimana-mana.. yahh semoga aja jokowi bisa membangkitkan lagi semangat seperti pada jaman bung karno yang semakin surut🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s