Dasar, Anak Jaman Sekarang..

Banyak faktor yang berhubungan dengan rendahnya kualitas pendidikan karakter anak di Indonesia.

Sering mendengar celetukan
“Dasar anak jaman sekarang..”

Eit..eit.. tunggu dulu, “anak muda jaman sekarang” muncul tidak lepas dari peranan para orang tua.

Ketika para generasi tua kebingungan dengan wujud “anak muda jaman sekarang”, jangan-jangan karena sejak awal kita tidak pernah mencoba memahami kepribadian mereka. Sebagaimana kita tidak terbiasa memahami kepribadian orang lain?

Celakanya masyarakat kita menyalahartikan pemahaman “bayi terlahir seperti kertas putih, adalah orangtua yang bertanggung jawab sepenuhnya ia akan menjadi apa.”

Tujuan pepatah ini baik. Namun seringnya disalahartikan seolah orangtua harus membentuk secara dominan karakter anak mulai dari nol; hingga sempurna.

Padahal, sejatinya lahirnya seorang bayi sudah diiringi dengan bekal karakter bawaan. Karakter yang akan makin terlihat seiring perkembangannya. Jika Anda memperhatikan, meski sama-sama menangis ketika haus atau tifak nyaman bayi-bayi memiliki intonasi, durasi, sikap tubuh dan pola merajuk dan cara mencari perhatian yang berbeda-beda.

Sayang banyak di antara orangtua hingga sang bayi beranjak anak, remaja, hingga dewasa tidak tahu atau tidak sempat memperhatikan lalu memahaminya. Alih-alih justru memaksakan karakter yang diidolainya dengan pola didik feodal-konvensional.

Hasilnya pada perkumpulan-perkumpulan orangtua kebanyakan yang muncul hanya keluhan, kebingungan tentang karakter, pilihan sikap, pola komunikasi, motivasi dan tanggung jawab anak mereka.

Padahal kumpulan keluhan tentang “anak muda jaman sekarang” itu bisa menjadi bekal kuat untuk mempersenjatai mereka menghadapi masa depannya. Dapam konteks bangsa Indonesia yang kritis ini, mereka bisa menjadi penyelamatnya. Hanya jika kita mau sejak awal memahami mereka alih-alih memaksakan untuk merubah mereka.

Contohnya?
“Dasar, anak susah diatur”!
Yakin dia tidak bisa diatur? Jangan-jangan dia seorang Koleris Kuat yang selalu memiliki inisiatif menyelesaikan masalah dengan caranya sendiri. Justru dia adalah calon pemimpin yang potensial!!

“Jangan kelamaan mikir!! Yang ini, apa yang tadi??!”
Kelamaan? Jangan-jangan dia seorang Melankolis Sempurna yang penuh pertimbangan terhadap detail dan nilai-nilai. Dia adalah kandidat sempurna seorang pemikir, peneliti, analis, planner, organizer dll.

“Sshhtt.. jangan berisik, dari tadi ngobrol/ becanda terus ga selesai-selesai!!”
Sangat mungkin dia bukan sekedar perusak keheningan. Tapi dia haus akan perhatian, gemar menghidupkan suasana, dan berbagi cerita tentang dirinya. Dia bisa menjadi public speaker, event organizer, marketer, vote gater, performer yang cemerlang!!

“Kamu tu yang aktif kaya’ temen-temenmu itu lho. Kalau nggak ditanya diem.. aja. Ditanya dipaksa dulu baru jawab.”
Dia bukan pemalas seperti yang Anda bayangkan. Sangat mungkin dia seorang Flegmatis yang Tenang, pecinta kedamaian, sabar, ingin menciptakan perbaikan dan tidak memperkeruh suasana dengan caranya sendiri. Dia cocok menjadi mediator, pemuka agama, penasehat, diplomat, administrator, dll.

25/12/13
the Mutiarafadjar Guesthouse
Jatirejo, Sleman, Yogyakarta

image

Catatan:
Dua minggu lagi Fattah ulang tahun pertama, cepat sekali ya Nak. Semoga Mama Papa bisa selalu memperhatikan dan memahamimu untuk mengantarkanmu menjadi pribadi yang berkarakter kuat, berpikir cerdas, bersikap baik dan bertindak benar. Selebihnya, kami percaya Fattah bisa menjadi apapun yang terbaik Fattah impikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s