Lihat Kebunku, Penuh dengan Bunga

Bermula dari pengalaman kami tinggal di apartemen di Belgia, aku dan Muti merasa betapa sebagai orang Indonesia kami telah mengabaikan nikmat yang tiada tara.

Maka kala di Belgia kami pun menyikapinya dengan menanam bawang merah stok yang kami bawa dari Indonesia. Sempat kami nikmati beberapa helai daunnya. Sayang ketika mulai tumbuh anakannya sempat kami tinggalkan keluar kota. Sebelum betangkat aku lupa memasukkan mereka dari teras. Sekembalinya ke Brussels kami dapati bawang-bawang itu mati kedinginan.

Tiba di Jogja kami, aku terutama, dihinggapi euforia. Bayangkan saja, sebelumnya kami hanya tinggal di apartemen lantai 3 dengan luas ruang 28m persegi plus beranda 1m persegi tanpa sepetak tanah. Kini kami tinggal di sebuah rumah 90m persegi dengan luas tanah 200m persegi. Artinya ada 110m lahan segar untuk berkreasi. Aku begitu bersemangat menggarap taman di rumah.

Gayung bersambut,ibuku yang hobi cocok tanam segera mengimpor tanaman dari rumah kami di Bogor. Ya sebagian besar tanaman di rumah kami adalah para imigran dari Bogor. Lainnya kami dapatkan di wilayah Jogja sekitarnya dan ada pula

yang dipetik di pinggir jalan di Bali dan Lombok.

Setelah hampir 1,5 tahun berkarya, kini aku mulai kerepotan. Ada puluhan spesies tanaman di rumah kami. Sebut saja lidah mertua, lidah buaya, tanduk rusa, sirih belanda, dolar, krokot hijau, krokot merah, anggrek, kembang sepatu, pandan, kamboja jepang, kamboja kuning, palem, daun katuk, anggrek, kuping gajah, gelombang cinta, sanseviera, dan bahkan masih banyak lagi yang tidak kutahu namanya. Hanya dua yang kami dapatkan dengan membeli. Sisanya pemberian orang lain atau Ibuku menemukan tumbuh liar di pinggir jalan tak bertuan.

Sehubungan dengan terus berkembangnya tanaman-tanaman ini, kami selalu mempersilakan sahabat atau saudara yang berkunjung ke rumah kami untuk membawa pulang tanaman yang disukai.

Meski kecil, semoga kegemaran kami ini bisa turut mewarnai lingkungan rumah para sahabat dan saudara yang berdomisili terutama wilayah Jogja dan sekitarnya. Sekaligus “memerangi” betonisasi wilayah hijau Jogja.

Syukur alhamdulillah, sebagai rumah yang pertama dihuni dan taman pertama yang dikreasi, rumah dan taman kami turut merangsang pertumbuhan taman-taman di rumah tetangga sekitar kami. Semoga setelah membaca posting ini, sahabat semua juga tergerak untuk menata taman di rumahnya. Karena kami sendiri percaya, rumah dengan taman yang terawat rapi akan memberi semangat positif dan suasana hati penghuni berwarna-warni.

One thought on “Lihat Kebunku, Penuh dengan Bunga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s