Kejar Ilmu, Genggam Dunia

Nak, dini hari ini Bapak chatting sama Sahabat Bapak, Oom Zul, di Brussel, Belgie. Oom Zul sdg belajar dan tinggal di gedung bahkan lantai yg sama dengan apartemen kita dulu, tempat Fattah 3 bulan dikandung Mama, nemani Bapak sekolah, dioperasi dan difisioterapi.

Oom Zul cerita dia akan kembali ke Groningen lagi untuk ikut course dan bilang kalau dulu Bapak pernah nyletuk, “disimpen aja dagkaart-nya, siapa tahu balik sini lagi.” Waktu itu kita akan tinggalkan Groningen setelah ISCOMS 2010. -Jadi, sejak itu mungkin dompet kita bukan tebal karena sesak dengan uang, tapi dijejali kartu-kartu public transport yang kita harap bisa jadi anchor untuk kembali suatu hari-

Diingat-ingat, tidak terasa sepanjang 2009-2010 Bapak dan Oom Zul menginjakkan kaki di 8 ibukota negara, menyeberangi 2 samudera dan 2 benua. Semua berangkat dari mimpi gila dua orang jomblo bahagia. Merubah nasib, mengukir masa depan.

Terus Bapak ke kamar, cium kalian berdua. Lihat wajahmu, sebelum lupa, kelak Fattah sudah bisa baca, Bapak cuma ingin bilang “kejarlah ilmu, dia akan mengantarmu ke negeri-negeri yang sebelumnya hanya ada dalam mimpimu”.

Rejodani, 12 Mei ’14

***

Jika artikel kami bermanfaat silakan share, rate, like, atau follow blog kami. Terimakasih ya, kami sangat menghargai apresiasi teman-teman pembaca 😀

Artikel terkait Kiri Pegang Kopor, Kanan Pegang Paspor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s