Bulan Madu Balasan

Dua minggu lalu kami mendapat tamu istimewa. Dua sahabat kami yang sedang berbahagia, pasangan bulan madu dari Belgia. Tidak tanggung-tanggung, Indonesia, Jogja menjadi tempat yang segera dituju keduanya tepat usai Patty dan Anthony mengucapkan janji sumpah setia di Belgia.

 

Tiga tahun yang lalu kami melakukan hal yang hampir sama namun dengan rute kebalikannya. Nikah (lalu) lari ke Belgia. Kala itu 5 Agustus, hari kami mengajukan visa ke Kedutaan Belgia kami belum resmi pasangan suami istri. Hal yang sempat memunculkan kejanggalan di depan loket kedutaan. Aplikasi mau tidak mau kami menyebutkan status bujang. Meski saat berangkat dan di Belgia nanti kami sudah resmi pasangan. Karena  13 Agustus yang akan datang kami langsungkan pernikahan. Untuk lebih meyakinkan, alih-alih hanya serahkan dokumen aplikasi visa dan syarat lainnya, hari itu kami juga sisipkan undangan untuk para staff kedutaan.

Meski tinggal berbeda desa, Muti di Seulo, keduanya pergi ke sekolah yang sama  Liceo Scientifico F. Bissirli Seui. Seusai program pertukaran pelajar di Italia, keduanya berpisah untuk melanjutkan studi di bangku kuliah. Patty ke Leuven Belgia, Muti ke Beppu, Oita. Lama tak bersua, keduanya nyaris berhasil bertemu di Jepang pada 2009. Patty mengikuti sebuah pekan pertukaran di Jepang, namun keduanya harus kecewa karena pulau tempat keduanya berada berbeda dan Patty tidak menyadari ini sebelumnya. Rasa penasaran Patty pun semakin menguat, sejak 2006 keduanya tak sekalipun berjumpa. Hingga kami mendapat kabar bahagia, di tahun 2011 kala aku mendapat beasiswa studi 1 tahun ke Belgia, kuajak Muti turut serta dan kami menikah tepat 10 hari sebelumnya. Patty dan keluarga sangat surprise mendengarnya. Muti yang berasal dari Indonesia, negara yang semula belum pernah betul-betul ada dalam pikirannya dijumpainya di sebuah sekolah di desa di atas gunung sebuah pulau di Italia. Lalu yang ia tahu hanya Muti melanjutkan kuliah di Jepang lalu kembali ke Indonesia dan bekerja. Ketika tiba-tiba ia mendapat kabar Muti akan segera menikah dan pindah ke Belgia.

Muti, Julia, Patty: a walk to remember along a river in Bossa, Sardegna

Mengunjungi Indonesia sudah sejak jauh hari Patty inginkan. Sejak kami di Belgia Patty selalu menyatakan pada Anthony suatu hari mereka berdua harus ke Indonesia. Karena Patty ingin menyaksikan sendiri negara dari mana Muti berasal. Negara yang menurut Patty, sejak 9 tahun lalu menjadi negara yang paling bikin penasaran. Diawali pertemuannya dengan Muti kala menjalani satu tahun program pertukaran pelajar di sebuah pelosok desa di Italia, Seui namanya. Di sebuah pulau di sisi selatan Eropa dekat dengan kawasan mediterania, Sardegna. Pertemuan dan persahabatannya dengan Muti baginya seperti keajaiban. Italia saat itu adalah negara terjauh yang pernah dikunjunginya, ia tidak menyangka akan berjumpa dengan sosok mungil dari belahan timur bola dunia dari negara yang belum sempat terlintas di pengetahuan sehari-harinya. Menjadi satu-satunya dari puluhan siswa pertukaran pelajar yang bisa menampilkan tarian tradisional dari negaranya, Patty semakin dekat dengan Muti. Bersama Giullia, mereka dulu kemana-mana selalu bertiga. Mereka memiliki banyak hobi dan ketertarikan yang sama, tetapi sering kali ketika sedang bersama, Muti selalu harus melakukan ritual dengan sebelumnya membungkus diri dengan kain khusus. Di antara banyak hal membuat Patty penasaran. Mengapa banyak hal berbeda yang ada dalam diri gadis Indonesia ini.

Di luar dugaan, Anthony memberi kejutan di hari pertunangan mereka kalau ia sudah memutuskan memenuhi permintaan Patty ke Indonesia sebagai ajang bulan madu keduanya.

 

 

Tiba di Jogja malam hari, kami sambut dan jemput Anthony dan Patty bersama Fattah untuk makan dan beristirahat di rumah. Menimbang kondisi mereka yang sangat kelelahan akibat jet lag dan memutuskan segera terbang ke Jogja usai resepsi pernikahan, Muti mengajak Patty dan Anthony untuk relaksasi di Djemari. Di sini untuk pertama kalinya Anthony kaget sekaligus terkesan bahwa salah satu bagian pijet juga terdiri dari “injek-injek”, ketika dia setengah sadar sang terapis berdiri di atas punggungnya. Selanjutnya kami makan siang dengan menu Jawa dan Nusantara dengan konsep all you can eat di Bale Raos. Karena Fattah ngantuk dan waktu sudah terlalu sore kami ke mampir ke Keraton sebentar saja sebelum melanjutkan berjalan kaki sepanjang Malioboro dari utara ke selatan dan kembali ke area parkir di sekitar Restaurant Legian menunggang Andong.

 

Di hari kedua, kami mengajak Patty dan Anthony untuk menyaksikan matahari terbit dari atas candi Borobudur. Pukul 3.30 pagi kami sudah berangkat meninggalkan rumah menuju Borobudur. Mengambil rute dari Hotel Manohara, kami biarkan Patty dan Anthony lebih dahulu mendaki sementara kami menunggu Fattah melanjutkan tidur memastikan sikulus biologis paginya tidak terganggu. Dari Borobudur kami melanjutkan perjalanan ke Museum Budaya Jawa, Ullen Sentalu di Kaliurang. Bagiku dan Muti, ini sudah kali ke-7 kami datang ke museum ini dan berapa kali pun kami datang ke sini kami selalu antusias mendengarkan penjelasan dari tour leader di sini. Informasinya membantu kami mengingatkan budaya asal kami. Usai mengunjungi kami sempat mengajak berkeliling ke Kaliurang, makan di Jejamuran, dan menutup hari dengan menyaksikan sendratari Ramayana. Tepat pukul 9.30 malam kami bergegas menuju stasiun Tugu karena Patty dan Anthony akan melanjutkan petualangan madu mereka di Bromo, Bali dan Lombok sebelum kembali ke tanah airnya.

 

Mengejutkan sekaligus menyenangkan kehadiran keduanya di tengah-tengah kami menjadikan kami merasa seperti pasutri baru lagi. Serasa baru nikah kemarin sore. Gerak-gerik keduanya mengingatkan kami saat manisnya menghisap madu cinta di Belgia dan negeri-negeri di sekitarnya. Bedanya bulan madu kami dicicil tiap weekend dan tanggal merah karena mengikuti agenda studi dan jatah beasiswa, Anthony dan Patty full 3 minggu keliling wilayah timur Jawa dan Indonesia.

Menjadi bagian dari persahabatan ini, aku amat terharu dibuatnya. Kemanapun kami mengantar pergi keduanya, aku merasa seperti di dalam mimpi dan dongeng saja. Aku yang baru masuk ke dalam lingkaran persahabatan Patty dan Muti sejak 2011 di Belgia saja sangat trenyuh melihat upaya keduanya untuk bisa tetap bertemu secara berkala. Apalagi mereka yang sudah sejak 2005. Takjubku melihat, betapa persahabatan manusia bisa meluluhkan batas geografi, budaya dan negara begitu saja. Mungkin ke depan hubungan diplomasi antara negara tidak hanya menjadi hak kaku pemerintah-pemerintah masing-masing negara melalui Kementerian Luar Negeri saja. Karena bahkan rakyat biasa seperti kita bisa berpartisipasi aktif menjalin persahabatan antar rakyat dunia sebagai global citizen. Jika para pemimpin negara rutin melakukan kunjungan kenegaraan dan menerima kunjungan balasan, maka sangat indah bukan jika rakyatnya bisa saling bulan madu balasan.

Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.
(QS. 49. Al-Hujuraat:13)

Rejodani, 8 Juni 2014

Jika artikel kami bermanfaat, silakan share artikel ini atau follow blog kami. Terimakasih ya, kami sangat menghargai apresiasi sahabat pembaca 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s