Meraih Beasiswa: Mengisi Kemerdekaan, Membayar Dendam Kolonialisme

Tidak arif jika kita berpikir bahwa pemuda masa kini tidak bisa lagi berpartisipasi dalam melawan kolonialisme karena menganggap negara kita sudah merdeka.

Perhatikan saja negara-negara pemberi beasiswa, kebanyakan mereka pernah mengkoloni negara kelas dua dan kelas tiga di dunia belahan lain. Sebut saja Jerman, Inggris, Perancis, Belgia, mereka pernah medirikan koloni di negara-negara Afrika dan Asia. Tidak bisa dielakkan juga dengan kemajuan mereka saat ini, ada kontribusi rakyat dan alam negara-negara Afrika dan Asia serta jajahan lainnya di masa lalu.

Beasiswa adalah produk diplomasi publik yang bisa menjadi senjata bagi pemberi maupun penerimanya. Sebagai pelajar dari negara berkembang yang pernah berada pada posisi dijajah, banyaknya beasiswa yang bertebaran dari negara maju saat ini bisa menjadi “senjata” untuk berkontribusi pada Indonesia di era kemerdekaan.

Setelah memilih jurusan yang sesuai dengan latar belajang danpitensi kita, di antara banyak hal yang bisa dilakukan dalam memanfaatkan beasiswa sebagai “senjata” adalah:
1. Dari negara yg pernah jajah kita
2. Nilainya terbesar
3. Bebaskan kita memilih maskapai untuk terbang ke sana. Misal uang tiketnya bisa kita belikan tiket Garuda, tidak memilih yang sudah dipesankan tiket maskapai negara asal donatur beasiswa. Dengan demikian uang yang kita bayarkan menjadi devisa bagi Indonesia. Begitu juga jika kita bisa menabung untuk keperluan di Indonesia akan lebih baik lagi. Kita bisa sisihkan uang bulanan beasiswa untuk keperluan keluarga di kampung halaman.
4. Memberikan tunjangan hidup jika membawa keluarga. Semakin banyak orang yang turut merasakan manfaat beasiswa kita semakin baik.
4. Mengizinkan kita peroleh keuntungan di masa depan. Misal negara yang funding agency-nya banyak memberi donasi atau pemberdayaan masyarakat di Indonesia. Hal seperti ini bisa kita optimalkan untuk kebaikan Indonesia. Begitu juga jika dapat memberi peluang kerja kita beberapa waktu. Sehingga kita juga bisa mengundang keponakan dan siapapun untuk bersekolah dan menikmati sistem pendidikan dinnegara maju tersebut.
5. Tinggallah sebaik mungkin di negara itu, kalau perlu sampai mendapat priviledge. Misal menjadi warga kehormatan atau memiliki royalti paten penelitian kita sehingga kita bisa dirikan proyek di Indonesia dengan penghasilan yang ada atau jaringan yang bekerjasama dengan kita.
6. Manfaatkan jaringan yg didapat di negara tsb dan sekitarnya untuk sebesar-besarnya manfaat untuk Indonesia. Misal tiap ada bencana di Indonesia kirimi undangan fundraising untuk donasi hingga kirim expert penanganan bencana. Contoh lain, sepulang berkarir di luar dirikan universitas atau pesantren dengan modal mereka atau jaringan mereka.
7. Promosikan budaya, pariwisata dan potensi lain yang sudah unggul maupun yang masih perlu dikembangkan di Indonesia (transportaso publik, pembangkit listrik, dll). Menjadi penerima beasiswa di negara lain berarti juga menjadi duta pembawa nama Indonesia. Jika Anda seorang mahasiswa ilmu politik atau urban planning lewat dosen Anda, bisa tawari city major setempat untuk menginisiasi program sister city dengan kota asal Anda misalnya.

Masih banyak inisiatif lain yang bisa dilakukan sesuai dengan latar belakang akademik dan profesi kita. Jadi, beasiswa bukanlah sekedar ongkos hidup untuk menunjang studi kita semata. Ia adalah pisau diplomasi publik bermata dua. Bagi kita, beasiswa adalah sarana membangkitkan Indonesia di era kemerdekaan melawan keterpurukan pasca penjajahan.

Selamat berjuang laskar beasiswa.

***

Silakan share tulisan ini jika ada sahabat yang sedang menjalani program dengan beasiswa maupun yang sedang mengupayakannya.

One thought on “Meraih Beasiswa: Mengisi Kemerdekaan, Membayar Dendam Kolonialisme

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s