Fattah, Karolinska, Karolina

Maret 2012
Menyusul hasil pengumuman diterimanya Mamma di Master in Global Health di Karolinska, Mamma ingin supaya jika Mamma jadi sekolah di Swedia tidak seorang diri. Karena Bapak harus kembali ke Jogja untuk memulai ko-ass, maka kebutuhan perakitan Wibowo Junior yang direncanakan usai Bapak selesai ko-ass pun diputuskan untuk dipercepat saat itu juga.

Juli 2012
Program studi Bapak di Belgia berakhir, Fattah sudah menjelang 3 bulan di kandungan Mamma. Karena belum ada beasiswa untuk program studi Mamma, kita putuskan untuk kemabli bersama ke Indonesia. Kita memulai start baru di Jogja, mulai dari menanam rumput, menghias halaman hingga mengisi rumah dengan perabotan.

Karena belum ada mobil sementara Kopades dan Bis Kota Jogja semakin menghilang, Bapak dan Mamma selalu pergi melengkapi kebutuhan perabotan berboncengan kemana-mana, keliling Jogja. Setiap beberapa kilometer Bapak harus menepi karena Mamma harus beristirahat sebab jok Honda yang sempit untuk pantat Bapak dan kandungan Mamma dengan Fattah di dalamnya.

April 2014
Suatu pagi inbox Bapak dibanjiri ucapan selamat dari Mbak Amreta staff Kedutaan Swedia kepada 9 penerima beasiswa pemerintah Swedia asal Indonesia yang dikirimkan secara berjamaah hasil saringan 10 ribuan pelamar. Setengah tidak percaya, karena saat diperiksa di halaman pengumuman Swedish Institute scholarship kode pelamar Bapak sempat termasuk daftar penerima dari India namun rupanya betul bahwa aplikasi Bapak juga diterima.

Bapak diterima di Master Global Health Karolinska yang Bapak yakini bagian dari rejeki Fattah karena program ini sama dengan program yang Mamma sempat diterima dua tahun yang lalu saat akan mengandung Fattah, juga Bapak mendapat beasiswa dari pemerintah Swedia. Tiga hari sebelumnya Bapak memang seperti mendapat pertanda yang tidak biasa, tapi Bapak tidak berani menyimpulkan sebelumnya.

Alasan Bapak menerima tawaran beasiswa ke Swedia karena meski nilai beasiswa hanya mencukupi kebutuhan satu orang lebih sedikit, Bapak mendapat informasi bahwa akan banyak support dari pemerintah Swedia dalam bentuk social security terutama apabila kita datang membawa keluarg. Bapak semakin yakin karena kebijakan imigrasi Swedia cukup memudahkan pelajar yang ingin membawa keluarga sejak awal.

September 2014
Sayangnya saat tiba Bapak baru mengetahui kalau dengan izin tinggal 10 bulan seperti yang Bapak miliki saat ini, karena program studi master Bapak hanya 10 bulan, kita bertiga tidak bisa mendapat personnummer yang merupakan kunci untuk social security di Swedia dan berbagai system lainnya. Dengan kata lain Bapak tidak bisa:
• berlangganan internet abonemen,
• mendapat perawatan kesehatan bersubsidi untuk kasus kronis
• tidak bisa berlangganan perpustakaan kota dan nasional
• dan yang paling sulit, secara logika, tidak bisa mendaftarkan Fattah ke förskola.

Bapak sangat terpukul mengetahui poin terakhir. Siapapun yang Bapak tanyai menyampaikan hal serupa, “tidak mungkin mendaftar förskola tanpa personnummer Salah satu motivasi Bapak sekolah ke Swedia adalah supaya Fattah mendapatkan pendidikan yang baik tetapi terjangkau seperti yang Bapak sering dengar. Tetapi memang persiapan Bapak ke Swedia kali ini sangat minim dan dilakukan paralel dengan banyak kebutuhan lain.

Dua tahun terakhir Bapak menjalai program ko-asistensi sambil bekerja pada beberapa proyek berbeda di lingkungan FK UGM. Untuk mendapatkan kesempatan belajar di Karolinska, Bapak ambil TOEFL saat stage Penyakit Dalam di Klaten, mendaftar program Global Health saat stage Bedah di Klaten, mendapat informasi beasiswa saat KKN, dan menyiapkan visa, tiket dan berbagai keperluan terkait keberangkatan sambil stage Mata dan menyiapkan Ujian Kompetensi Dokter nasional yang saat itu simpang siur hingga akhirnya terlaksana 19 jam sebelum keberangkatan dari Adi Sucipto Jogja.

Meski sempat ragu dan khawatir gagal, Bapak dan Mamma tetap berusaha agar Fattah bisa masuk förskola. Setelah perjalanan selama 33 jam melintas jarak dua belas ribu kilometer antara Jogja-Jakarta-Dubai-Stockholm, Bapak yakin ada jalan untuk Fattah bisa masuk sistem pendidikan anak usia dini di Swedia, segera.

Selain baik untuk Fattah bersosialisasi dengan teman sebaya dan berintegrasi dengan budaya Swedia, sesuai dengan regulasi pemerintah Swedia, Mamma juga tidak selamanya bisa memegang Fattah sepanjang hari karena perlu memulai kontribusi di Global Action Plan. Meskipun kantor tempat mama magang seperti halnya kebanyakan institusi di Swedia tidak keberatan memiliki anak kecil di kantor mereka terutama apabila orangtua tidak bisa meninggalkannya di rumah, mengikuti regulasi dan ekspektasi umumnya masyarakat setempat akan memudahkan integrasi dan keseharian kita selanjutnya.

Di hari keempat sejak tiba di Stockholm, Bapak menghubungi Solna Kommun (kotapraja) dan mendapat jawaban kalau Fattah bisa segera mengikuti sistem aplikasi pendaftaran förskola di Solna. Cukup dengan mengirim email data diri Bapak dan Mamma, mereka membuatkan akun pendaftaran untuk Fattah. Bahkan ketika hari validasi data tiba, Solna kommun memberikan kode yang serupa tapi tak sama dengan personnummer yang disebut temporary social security number. Dengan memasukkan kode pengganti personnummer inilah Fattah resmi berada dalam sistem pendidikan Swedia dan mendapat subsidi pendidikan sebagaimana anak-anak lainnya. Kelak Fattah sudah besar dan sempat baca cerita ini, Mamma dan Bapak ingin Fattah selalu ingat,

“Gagal itu kalau kita ingin tapi tidak mencoba, sementara berhasil itu kalau kita ingin dan sudah mencoba, terlepas apapun hasilnya.”

“Kalau hasilnya sesuai keinginan kita berarti itu rezeki Fattah, tapi kalau tidak sesuai keinginan, setidaknya Fattah tetap berhasil mendapatkan informasi dan belajar dari
pengalaman”.

Selamat ya Fattah, terimakasih banyak karena seperti namamu, FATTAH, sudah menjadi pembuka jalan untuk Mamma dan Bapak belajar di Stockholm dan Karolinska. Selamat bermain dan berkawan di Karolina ya Nak..!

Fattah Karolina

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s