Dunia, Indonesia dan Waktu yang Tersisa

Disclaimer: Mohon masukan jika terdapat kekeliruan interpretasi data

Nikmat kesehatan dan pendidikan adalah di antara tak terbatasnya nikmat yang saya syukuri pada ulang tahun ke dua puluh tujuh ini. Bagi saya kedua nikmat ini adalah yang paling utama untuk bisa diraih di usia kehidupan yang sangat singkat, sebagai manusia Indonesia yang lahir di tahun 1987 usia harapan hidup terbaik saya hanya 62 tahun. Sehingga, berdasarkan kalkulasi terbaik manusia, waktu saya hanya tersisa kurang lebih 35 tahun.

Sebagai gambaran betapa bersyukurnya saya hari ini, ditilik dari segi kesehatan dan pendidikan antara lain:

  • 1987, saya dilahirkan di rumah sakit yang jauh dari rumah, melintasi 3 rumah sakit terdekat, agar dapat biaya yang paling murah karena jaminan sosial yang terbatas. Sementara putra kami lahir di tempat yang sesuai keinginan kami, meski belum terdaftar jaminan kesehatan, kami mendapat potongan biaya hingga separuh lebih karena kelapangan dokter pada saya yang saat itu masih ko-ass. 2013, Fattah lahir dengan sehat dan memiliki usia harapan hidup hingga 71 tahun. Sembilan tahun bonus dari generasi orangtuanya.
  • 1987, saya di kandungan, keluarga inti kami masih merasakan BAB di kali yang menuju aliran utama sungai Ciliwung, kini kami semua sudah bisa memakai jamban di rumah dan bangunan yang nyaman.
  • Sejak ’96, kelas 2 SD, akibat kombinasi antara kebutuhan,tuntutan lingkungan dan hobi, saya konsisten berjualan hingga selesai pendidikan di fakultas kedokteran. Kini anak kami bisa turut sekolah tanpa biaya, berkat pajak masyarakat Swedia dan kemungkinan besar saat menginjak sekolah dasar di Indonesia, InsyaAllah bersama banyak kawan-kawannya Fattah bisa bersekolah dengan kondisi serupa di Swedia berkat trend alokasi anggaran pemerintah Indonesia yang kini lebih besar untuk pendidikan.

Di hari berbahagia ini, selain banyak hal yang patut disyukuri, banyak juga hal yang menjadi pengingat untuk bisa berkontribusi dan bertindak lebih baik dalam hidup ini. Hari ini, saya tidak ingin merasakan syukur nikmat dan pengingat itu sendiri. Di bawah ini, sedikit saya paparkan kondisi Indonesia dan dunia yang kita tinggali saat ini ditinjau dari aspek pendidikan dan kesehatan tertentu yang saya pilih.

Agar cukup objektif, kita dapat menggunakan sudut pandang dan parameter yang telah disepakati (perwakilan) warga dunia, Millenium Development Goals (MDG). Kebetulan, beberapa data dari laporan MDG ini mengukur pencapaian dunia sejak 1990 hingga tahun ini, 2014. Periode yang saya perkirakan merupakan periode yang umumnya pembaca tulisan ini turut mengalami. Dari delapan poin MDG, saya ambil lima yang berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan.

MDG # 2: Achieve Universal Primary Education

Pada tahun 2015 ditargetkan seluruh anak di dunia dapat mengenyam bangku sekolah. Hingga hari ini, tingkat partisipasi anak asal negara berkembang di pendidikan dasar sudah mencapai 90%. Sementara Indonesia pada 2011 telah mencapai 95.5%, dengan 96.8% di antaranya mampu lulus hingga kelas 6 dan separuh di antara mereka adalah siswa perempuan.

MDG # 4: Reduced Child Mortality

Ditargetkan pada 2015 kematian anak usia bawah 5 tahun menyusut sebesar 2/3. Pada 1991, laju kemaatian anak usia bawah 5 tahun adalah sebesar 97 orang, dan telah menuyusut menjadi 44 pada tahun 2007. Meski belum sesuai target, diprediksikan Indonesia dapat memenuhi pada 2015. Sebagai pembanding, meski jumlah penduduk Indonesia merupakan ke-4 terbesar dunia, Indonesia tidak masuk 5 besar negara penyumbang kematian anak usia bawah 5 tahun (India, Nigeria, RD Kongo,  Pakistan, China).

MDG # 5: Improve Maternal Health

Ditargetkan angka kematian ibu di dunia turun 75% dari 1991 hingga 2015. Namun hingga 2014, penurunan ini baru mencapai 45%. Di Indonesia, angka kematian ibu turun dari 390 ke 228 per 100.000 bayi lahir hidup. Melampau pencapaian rerata dunia tetapi belum mencapai target, dan masih tertinggal dari negara tetangga Malaysia dan Filipina.

MDG # 6: Combat HIV/AIDS, Malaria, TB

Salah satu indikator kemajuan penanggulangan penyakit infeksi adalah menurunnya TB. Sebagai penyakit yang paling membebani negara, penanggulangan TB di Indonesia telah mengalami banyak kemajuan. Target dunia adalah mengurangi insidensi, prevalensi dan angka kematian akibat TB. Pada tahun 2011 Indonesia sudah berhasil mencapai target ini.

Mengutip Sir William Osler, salah seorang pendiri RS John Hopkins berkata , “TB adalah masalah sosial dengan aspek medis”, bisa jadi merupakan indicator kesejahteraan masyarakat Indonesia saat ini dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Bagi keluarga kami, TB bukan hal asing karena sempat mengalami dan telah sembuh. Kami turut merasakannya kemajuan Indonesia dalam penanggulangan TB.

Estimated TB Mortality Rates

Estimated TB Mortality Rates, source: WHO

Catatan untuk tiga penyakit infeksi di atas, ketika prevalensi Malaria dan TB telah menurun, HIV/AIDS terus meningkat.

MDG # 7: Ensure Environmental Sustainability

Di antara target dunia adalah menyediakan air bersih dan sanitasi yang baik. Hingga saat ini, 1 Miliar penduduk dunia masih BAB di ruang terbuka. Sayangnya, dengan sekitar 67 juta (atau seperempat) penduduknya, Indonesia masih menjadi negara nomor dua penyumbang orang BAB di udara terbuka terbanyak setelah India.

Dengan menyaksikan nikmat kemajuan dan pengingat untuk terus berjuang di atas, semoga kita bisa menyadari posisi Indonesia di dunia dalam beberapa aspek kesejahteraan sehingga mampu menempatkan diri dan peran kita di masyarakat.

Pada umumnya Indonesia seriring dengan dunia telah mengalami perbaikan di banyak sektor. Suatu pencapaian seringkali merupakan hasil dari kombinasi pencapaian lain dan menstimulus pencapaian lainnya. Pekerjaan kita masih banyak, konsentrasikan energi kita untuk berkontribusi pada sesama, kemajuan Indonesia dan keselamatan dunia. Menjadikan sisa waktu dalam hidup yang singkat ini sebagai kebaikan bagi semesta alam. (Jujur, hitungan saya pribadi, sisa waktu saya maksimal 22 tahun. Sangat bisa kurang dari itu, tapi sulit untuk lebih dari itu. Sudah coba hitung-hitung sisa waktu Anda? :D)

Stockholm, 29 November 2014

Referensi

http://www.id.undp.org/

http://data.worldbank.org/

http://www.un.org/millenniumgoals/2014%20MDG%20report/MDG%202014%20English%20web.pdf

http://www.who.int/tb/publications/global_report/en/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s