Meneropong Karakteristik Mahasiswa Indonesia di Eropa

image

Merah Putih pun Berkibar di Ibukota Eropa

Dari beberapa kesempatan icip-icip ilmu di Eropa, tiga di antaranya (Belanda, Belgia, Swedia) selama 1 tahun kurikulum, saya tergelitik untuk berbagi hasil obeservasi saya pada kelebihan dan potensi yang perlu ditingkatkan tentang apa yang dialami banyak pelajar asal Indonesia di Eropa. Observasi ini kemudian saya analogikan dengan karakteristik yang sejauh ini menurut saya melekat pada performa tim sepakbola nasional Indonesia di ajang international. Berikut ini penjabarannya.

Timnas Indonesia Pelajar Indonesia
Keunggulan Keunggulan
Semangat bertanding di awal tinggi. Sebagai negara peringkat rendah, ingin membuktikan tidak kalah level dan mengharumkan bangsa Motivasi merantau untuk belajar besar (mengharumkan nama bangsa, membuat orang tua bangga, menabung untuk nikah/rumah/menghajikan orangtua
Kecepatan sprint menjadi keunggulan Daya tangkap cepat
Skill individu cukup baik Kemampuan akademik bersaing bahkan IPK umumnya tinggi
Permainan cenderung terbuka memanfaatkan lebar lapangan Pembawaan yang ramah dan terbuka, penguasaan seni tradisional, hobi membawa suvenir dsj memudahkan pertemanan antar budaya di awal-awal
Potensi untuk peningkatan Potensi untuk peningkatan
Cepat lelah, kehabisan nafas di menit 60 Mudah home-sick menjelang semester 2, winter banyak yang galau sampai ‘kolaps’ ingin pulang cepat
Komunikasi dengan pemain lawan dan wasit lemah, biasanya kendala bahasa dan manajemen emosi. Komunikasi dengan dosen dan supervisor kurang kreatif, kadang salah paham hasilnya berganti supervisor/hasil tidak optimal.
Kendala dalam mengekspresiakan pendapat dan percaya diri menjadi tantangan  saat presentasi.
Kurang memiliki visi bermain dan kurang terorganisir sehingga minim kreasi permainan Belum menentukan rencana strategis untuk karir selanjutnya sehingga minim kreasis pendekatan terhadap calon supervisor S3 atau institusi potensial
Di lapangan mudah terpancing emosi dan provokasi penonton. Di luar karir terdistraksi akibat tergoda artis yang sedang naik daun, terlibat narkoba, kasus perkelahian dsb. Fokus mudah terdistraksi dengan isu-isu domestic di Indonesia. Umumnya debat seputar perbedaan preferensi politik, persepsi budaya dan pandangan agama.
Di luar lapangan gizi tidak diperhatikan Belanja mingguan kerap tidak dikelola sehingga biasanya kalap pulang bungkus makanan selepas acara pengajian komunitas Indonesia atau kebudayaan di lingkungan KBRI (yang ini asyik sih)
Cepat menghabiskan uang kontrak dan hadiah kompetisi untuk memenuhi keinginan bukan kebutuhan Lupa cita-cita awal menabung untuk keluarga dan mas kawin karena habis untuk beli gadget, jajan dan jalan-jalan

Mengingat penilaian ini berbasis observasi dan obrolan-obrolan ringan, ini bukanlah tulisan yang secara akademik bisa dipertanggungjawabkan. Tetapi setidaknya bisa menjadi pertimbangan kawan-kawan yang hendak ‘bertanding’ di lingkungan internasional dan Eropa agar membekali diri sehingga mampu mengatasi kekurangan dan tantangan yangseperti juga pada timnas Indonesia dari generasi ke generasi terus berulang. Penyedia beasiswa diharapkan mampu memberi capacity building, meliputi beragam aspek terutama pemahaman budaya sebelum memberangkatkan pelajar ke luar negeri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s