About Us

Den Haag, Belanda 2015-sekarang

IMG_4259

Stockholm, Swedia 2014-2015

image

Agustus 2014 ini kami melabuhkan perjalanan hidup selanjutnya di Stockholm, Swedia!!! (bukan Swiss, maaf). Bulan ketiga di Swedia Fattah sudah enjoy dengan sekolah barunya, Karolina Pysslingen yang terletak tepat di belakang Rumah Sakit Karolinska.

Sementara Bapak belajar Global Health di kampus Karolinska Institutet. Di antaranya Bapak mempelajari berbagai permasalahan dan solusi terkait sistem dan pelayanan kesehatan di seluruh dunia meliputi aspek medis, sosial, hingga ekonomi dan politiknya.

Sementara Mamma belajar tentang sustainable living and development di Global Action Plan (GAP) International. Mamma membantu GAP untuk memperluas kerjasama di Asia terutama di Asia Tenggara dan berusaha untuk memperkenalkan sustainability ke Indonesia.

2012-2014

Dua tahun in kami berdomisili di Yogyakarta. Fadjar melanjukan program rotasi klinik bagian dari proses pendidikan dokter umum FK UGM di beberapa RS di DIY dan Jateng sembari bekerja sebagai peneliti muda pada Quit Tobacco Indonesia project dan asisten pada Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK UGM, sekaligus menyelesaikan program kerjasama Healty Life Syyle Application dengan Nokia Indonesia.

Sementara Muti fokus melanjutkan kehamilan dan melahirkan putra kami yang sehat dan membahagiakan pada 2013. Tahun 2014 Muti sempat bekerja sebagai guru bahasa Inggris pada “English Made Easy” Jogja dan memulai program pascasarjana Magister Psikologi di UGM. Di pertengahan tahun 2014, bersama Fattah keduanya berkesempatan melanjutkan petualangan belajar dan bekerja di negeri orang yang kelak kisah ini akan kami lanjutkan untuk diabadikan pada blog ini. Tentu saja didominasi dengan suka cita Fattah di petualangan barunya.

2011-2012

Grand Place - Grote Maarkt

Grand Place – Grote Maarkt

Blog ini merupakan sebuah kumpulan catatan perjalanan hidup kami, Mutiara dan Fadjar. Dimulai sejak kami menjalani hidup di Belgia, sepuluh  hari setelah pernikahan kami di Jakarta, sebagai bagian dari program beasiswa Erasmus Mundus yang kuikuti di Universitee catholique de Louvain, Brussels.

Dengan alur bercerita, kami ingin mencatat sekaligus membagikan pengalaman hidup kami karena kami sangat percaya Tuhan telah memberikan kami takdir terbaik untuk kami berdua jalani, sebagaimana kepada setiap individu lain tentunya. Belajar dair pengalmana, kami menyadari begitu banyak hikmah kehidupan -kelak menjadi modal kami menghadapi tantangan hidup- kami dapat dari berbagai cerita yang dikisahkan oleh orang tua, kerabat dan saudara. Sayagnya, seiring perjalanan waktu kadang cerita dapat berlalu begitu dengan banyaknya informasi yang terus kami terima. Kami ingin blog ini dapat menjadi saksi kisah hidup kami yang sewaktu-waktu dapat kami baca kembali, sekaligus media pewaris nilai-nilai hidup yang penuh makna bagi putra-putri penerus kami. Kami percaya, makanan terbaik bagi seorang anak selayaknya berasal dari orangtuanya. Begitu juga bacaan dan tulisan yang merupakan “makanan bagi otak dan emosi”, lewat kisah hidup kami, kami ingin menyediakan “makanan” yang sarat dengan nilai-nilai hidup yang penuh motivasi dan inspirasi, kelak ketika dibaca putra-putri kami.

Pada beberapa cerita kami sisipkan informasi detail mengenai suatu topik, beasiswa misalnya, agar dapat menjadi panduan dan gambaran bagi sahabat pembaca yang ingin dan akan melanjutkan studi di luar negeri, terutama Eropa. Sementara pada bagian lain kami sajikan dengan gaya bercerita sesuai representasi makna di balik setiap kisahnya. Kami berusaha untuk selalu mengikat lesson learnt, sebagai hikmah yang kami jadikan bahan pembelajaran kami berdua dalam mengarungi anugrah kehidupan. Semoga dengan mengangkatnya di dalam blog ini juga dapat menjadi manfaat bagi sahabat pembaca.

Kami berharap blog ini dapat bermanfaat sebagai media bertukar kabar berita -silaturahmi online dengan saudara dan kerabat di berbagai negara-, menjadi sumber informasi praktis pada topik tertentu, hingga bahan refleksi bersama untuk kami khususnya. Amin.

Sebagai pembuka berikut ini sepenggal kisah bagaimana perjalanan pertemuan kami hingga akhirnya kami, Mutiara dan Fadjar, bersatu.

2011, Story Behind the Wedding

Mutiara, born on 23rd February 1989, is the oldest daughter of Mr Hendry Dunand and Mrs Sri Retnani. At very young age she moved to Jakarta, attending Al Azhar 01 Junior High School and SMAN 8 High School (both acceleration class). Finally in 2010, she accomplished her bachelor degree under full scholarship at the Ritsumeikan APU, Japan. Currently, she finished her appointment at the ASEAN Secretariat Jakarta and will embrace the job offer in Antwerpen, Belgium.

Fadjar, born on 29th November 1987, is the youngest son of Mr Mochammad Muslich Sophie and Mrs Retno Wiwiek Soulyanti. At very young age, he moved to Yogyakarta, attending SMPN 5 Junior High School. Then, he went to MAN Insan Cendekia High School, in Serpong-outside of Jakarta. Finally in 2011, he accomplished his Bachelor Degree in Medicine at the Universitas Gadjah Mada. Currently, he is finishing his duty at WHO-Headquarter in Geneve, Switzerland and will continue his education at the Faculty of Public Health, Université catholique de Louvain, Belgium.

A famous adage: “All love stories are the same; there are no coincidences when love directs your course”. Both of Mutiara and Fadjar, their life paths were coincidently separated before they have really found each other. Coincidently 8 years ago, they had two identical high school preferences, which were their only choices at that time. Future preferences were also very similar, Mutiara wanted to study medicine and Fadjar wanted to have diplomatic carrier abroad (Fadjar received Ritsumeikan APU Scholarships too). Coincidently 6 years ago, both of them have participated American Field Service (AFS) students exchange funded by Bina Antar Budaya Foundation. They were frequently involved under Jakarta chapter throughout the year of orientation. Since then they almost had no contact for 5 years, Mutiara went to Italy and Fadjar went to the Netherlands. Throughout the time of being separated, Mutiara and Fadjar have become palpably aware of maturity and life priority.

Reaching the end of 2010, Mutiara and Fadjar met through an unexpected scenario. Facebook-uploaded fundraising advertisement for Merapi catastrophe designed by Fadjar has coincidently attracted Mutiara’s attention to participate. Therefore, communication was re-established then they have finally re-met. Turns out, Mutiara and Fadjar are destined to be together in a special way.

As previously mentioned, their life paths had totally different directions and choices of educational background. Fortunately, bunch of similarities were coincidently uncovered at the beginning of their relationship. Each trace of life experiences and educational choices thus became more meaningful for both of them. Captivated by the similarities of values and passions, wherein lies harmony and joy in complementing each other as the perfect couple.

Their relationship blossomed, in 2011 New Year they have agreed to be together. Could not be away from each other, Fadjar expressed his intention to marry Mutiara on 23rd April. Thus, both their families gathered on 23rd May 2011 to discuss in the furtherance of marriage. Coincidently, 23 is Mutiara’s favorite number as well as her birth date.

Insha’Allah both of them will depart to attempt study in Belgium this year. With all of families, relatives and friends’ prayers and blessings may Allah also put blessings upon them, to pursue their dream together and live happily ever after.

I’m writing a book. I’ve got the page numbers done.— Steven Wright

19 thoughts on “About Us

  1. ak kangen ke grote markt!!!! :((
    si mannekenpis masih tetep kecil? ga numbuh?
    berapa wafel yang sudah kalian habiskan?
    apakah virgin records masih di pojokan?
    udah pernah ke janneke pis?
    dan apa ada perubahan metro?

    • bwahahaha.. akeh men mba.. iki tekok kabar opo isi kuwessionerr..
      mannekenpis e ketoke diabetes.. pipis e ra mari2, perute buncit tanda2 central obesity, risk factor diabetes
      wafel kira2 berdua sudah habis 56 lembar selama 50 hari
      virgin records belom lihat ee
      janneke pis ceweknya ya? belom ee
      metro nya baru ini beberapa line dikasih rangkaian gerbong baru..

      hehe.. apalagi hayo.. pemerintahan masih kosong.. mau jadi PM nya poo..

  2. alhamdulillah, akhirnya sy bs mampir ke “rumah”nya Fadjar en Muti…
    kerennn blognya… happy writing ya…

    ^_^ silakan mampir ke “rumah” saya jg yaa…

  3. Well done guys. Hope you guys are doing well with the studies. We need people like you guys who will share the knowledge, experience and life in general to the rest of our fellows.

    Your writings are inspirational. They remind your readers about life – as we know it – but in a big picture. In a way, it’s like seeing the whole scheme of thing.

    Keep it up.

    The Fajar

  4. salam kenal, mas
    senang membaca jejak perjalanan kehidupan sampeyan dan istri
    tulisannya rapi, smoga tak lama tulisan2 di blog ini terbit dalam buku. amin

    • Salam Kenal,

      Terima kasih untuk doa dan kunjungannya. Itu harapan kami, semoga segera terwujud. Semoga pengalaman kami ada yang bermanfaat..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s